Kelebat Anak Muda Kita di Sirkuit MotoGP

  • 26 Jan 2026 20:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

AKAN banyak kejutan meledak pada 2026 ini. Satu di antaranya adalah tampilnya anak-anak muda Indonesia di balap motor paling akbar di dunia. Meski belum membalap di kasta tertinggi MotoGP, setidaknya sejarah baru telah dibuktikan di gelanggang balap Moto3 dan Moto2.

Veda Ega Pratama akan membuka debutnya di Moto3 bersama Honda Team Asia. Sedangkan Mario Suryo Aji akan menjalani musim ketiganya juga bersama Honda Team Asia di kelas GP Moto2. Keduanya hasil binaan sekolah balap Astra Honda Motor (AHM) Indonesia.

Selain Veda dan Mario Aji, ada tiga rider Merah Putih yang juga tampil di Kejuaraan Dunia 2026, yaitu Aldi Satya Mhendra, Felix Putra Mulya, dan Arai Agaska. Ketiganya sudah masuk daftar sementara FIM dan Dorna yang akan berkompetisi di Kejuaraan Dunia 2026 untuk World Superbike (WorldSBK), Supersport (WorldSSP), dan Sportbike (WorldSPB).

Aksi heroik Veda Ega Pratama bisa kita saksikan di sirkuit pembuka seri 1 Buriram, Thailand, 27 Februari-1 Maret. Berikutnya Veda tampil di Goiania, Brasil, 20-22 Maret, disusul seminggu kemudian di seri 3 sirkuit of the Americas, Amerika Serikat, 27-29 Maret, lanjut seri 4 di Lusail, Qatar, 10-12 April.

Balapan Moto3 ini akan berlangsung 22 seri dan berakhir di Valencia, Spanyol, 20-22 November. Tim Honda Asia mempertaruhkan reputasinya di pundak Veda dan rekannya pebalap Jepang, Zen Mitani. Keduanya akan diuji melawan motor paling galak di Moto3 yaitu KTM.

Tak heran sebagian besar petarung di sini mengandalkan mesin KTM. Kejuaraan Dunia Moto2 adalah kelas menengah balap motor Grand Prix dengan satu pemasok mesin dan ban, tetapi tim-tim memiliki pilihan sasis.

Kejuaraan Dunia Moto2 adalah kelas menengah balap motor Grand Prix dengan satu pemasok mesin dan ban, tetapi memberikan pilihan sasis. Moto2 awalnya ditenagai mesin empat tak Honda 600cc, menggantikan kategori dua tak 250cc tradisional.

Mesin dipasok secara eksklusif satu pabrikan, sedangkan ban oleh Dunlop. Rem cakram berbahan karbon dilarang; hanya cakram baja yang diperbolehkan. Tidak ada batasan desain maupun bahan sasis.

Hingga 2019, hanya mesin Moto2 empat tak 600cc segaris Honda yang diizinkan, tetapi 2019 diubah menjadi mesin 765cc dengan tiga silinder. Karakteristik torsinya juga ditajamkan dengan tujuan mendekati kemampuan motor balap kelas MotoGP.

Motor Cepat

Honda Team Asia adalah tim balap motor asal Jepang yang berkompetisi di Kejuaraan Dunia Moto2 dan Moto3. Tim ini fokus mengembangkan talenta pembalap muda berbakat dari Asia, di bawah asuhan manajer tim Hiroshi Aoyama.

Pada musim 2026, tim ini mengusung pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama di Moto3 dan Mario Suryo Aji di Moto2. Suryo Aji bertahan didampingi Taiyo Furusato yang promosi dari Moto3. Pada kelas Moto3: Veda Ega Pratama resmi bergabung sebagai rookie bersama Zen Mitani.

Veda dan Zen Mitani akan mengandalkan motor prototipe Honda NSF250RW. Motor bermesin 250 cc satu silinder yang bobotnya hanya 85 kg ini sanggup melesat 245 km/jam.

Mesinnya dirancang khusus untuk balap jalan raya. Posisi manifold intake di depan silinder berkemiringan 15 derajat ke belakang. Sistem asupan udaranya menghasilkan keluaran daya lebih besar pada kecepatan tinggi.

Tubuh motor ini ditopang rangka dan lengan ayun yang sepenuhnya baru dengan fleksibilitas dan kelenturan agar memberikan kontrol berkendara presisi baik untuk keluar-masuk di tikungan maupun jalur lurus.

Veda sukses meraih gelar Juara Asia Talent Cup pada 2023, lalu dipromosikan ke Red Bull Rookies Cup musim 2024. Dalam tahun pertamanya, Veda menembus sepuluh besar klasemen, menempati peringkat ke delapan. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu lalu kembali berlomba di Red Bull Rookies Cup 2025 dan berhasil keluar sebagai runner-Up.

Rekan setimnya adalah Zen Mitani. Pembalap muda Jepang ini mulai dikenal setelah kesuksesannya menjadi Juara Asia Talent Cup 2024. Ia kemudian debut berkompetisi di Red Bull Rookies Cup pada 2025 dan menduduki peringkat ketujuh klasemen akhir. Saat ini, Veda dan Mitani sama-sama mengikuti seri balap Road to MotoGP lainnya, JuniorGP.

Veda Ega Pratama akan bersaing di Moto3 musim 2026 bersama Honda Team Asia (Foto: Red Bull)

Sudah ke Austria

Minggu ini Veda dikabarkan berangkat ke Austria, inilah markas besar pabrik minuman energi raksasa Red Bull asal Austria. Di Tim Red Bull ini Veda resmi dikukuhkan sebagai ‘Red Bull Athlete’, sejajar dengan deretan nama besar seperti Marc Marquez, Pedro Acosta, dan Max Verstappen di kancah Formula 1. Veda adalah pebalap motor Indonesia pertama yang mendapatkan privilage kontrak personal dengan Red Bull.

Sebagai seorang atlet Red Bull yang didukung sponsor secara personal, Veda selama berlaga di ajang Moto3 World Championship 2026 akan mengenakan helm Red Bull. Sebuah simbol yang menandakan ia talenta yang dipilih dan didukung langsung Red Bull untuk jangka panjang.

Dikutip dari TMC Blog, deretan panjang capaian Veda menjadikannya beda. Ia Juara Asia Talent Cup 2023, mendominasi dengan rekor kemenangan terbanyak dalam satu musim. Sebagai Runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, Veda mencetak sejarah sebagai pebalap Indonesia pertama yang memenangkan race di RBRC (Mugello dan Sachsenring), serta mengakhiri musim sebagai juara kedua di ajang pembibitan paling kompetitif tersebut.

Red Bull melihat adaptasi Veda di sirkuit-sirkuit Eropa sangat cepat, sesuatu yang jarang dimiliki oleh pebalap Asia. Keuntungan bagi Veda namanya akan dipromosikan secara global lewat jaringan media Red Bull, meningkatkan market value pebalap Indonesia di mata tim-tim besar MotoGP. Jika performa Veda di Moto3 stabil, jalur menuju Moto2 hingga MotoGP lewat tim-tim yang didukung Red Bull (seperti KTM atau GasGas) akan terbuka lebar.

Superbike

Tiga nama Indonesia lainnya, Aldi Satya Mahendra, Felix Putra Mulya dan Arai Agaska akan membalap 20 Februari 2026 di Phillip Island (Australia) untuk WorldSBK dan WorldSSP, sedangkan WorldSPB menjalani debut 27 Maret 2026 di Portimao (Portugal). WorldSBK 2026 diikuti 22 rider dengan 14 tim dan 8 negara.

Sedangkan di kelas WorldSPP 2026 diikuti 33 pembalap dari 21 tim dengan 14 negara peserta dari sembilan pabrikan. Aldi Satya Mahendra akan mengisi grid bersama Albert Arenas di AS Racing, menggunakan Yamaha R9.

Tahun depan merupakan musim kedua bagi Aldi bertarung di kelas World Supersport setelah menjadi Juara Dunia World Supersport 300 pada 2024. Felix Putra Mulya dan Arai Agaska akan turun menggunakan Yamaha R7 di World Sportbike 2026 bersama ProGP NitiRacing. Menikmati deru mesinnya, menyaksikan aksi beraninya, dan kita pun berharap mereka berdiri di podium.

Penulis: Tjuk Suwarsono (Wartawan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....