Mengungkap Alasan Islandia Menjadi Negara Paling Aman di Dunia

  • 24 Agt 2026 14:23 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Di tengah dunia yang masih diwarnai konflik, kriminalitas, dan berbagai bentuk ketidakstabilan, ada sebuah negara kecil di kawasan Atlantik Utara yang justru dikenal karena ketenangan dan tingkat keamanannya. Negara tersebut adalah Islandia (Iceland).

Islandia selama bertahun-tahun mendapatkan reputasi sebagai salah satu, bahkan sering disebut sebagai negara paling aman di dunia. Dalam Institute for Economics & Peace, Islandia kembali menempati posisi pertama sebagai negara paling damai di dunia. Islandia telah mempertahankan posisi teratas tersebut sejak 2008. Yang menarik, predikat tersebut bukan sekadar karena Islandia memiliki pemandangan alam yang indah. Ada sejumlah faktor sosial dan politik yang membuat kehidupan masyarakat di negara tersebut relatif tenang. Salah satu alasan utama Islandia dikenal aman adalah rendahnya tingkat kriminalitas dan kekerasan. Dalam domain Societal Safety and Security pada Global Peace Index 2025, Islandia juga berada di posisi teratas. Kondisi tersebut membuat masyarakat dan wisatawan umumnya merasa lebih nyaman menjalani aktivitas sehari-hari. Tingkat kepercayaan sosial yang tinggi dan hubungan yang relatif dekat antarwarga juga menjadi bagian dari lingkungan sosial Islandia.

Hal lain yang cukup menarik adalah Islandia tidak memiliki tentara tetap. Negara ini tetap menjadi anggota NATO, tetapi tidak memiliki angkatan bersenjata konvensional seperti banyak negara lainnya. Alih-alih membangun kekuatan militer dalam skala besar, Islandia memiliki sistem keamanan yang berbeda. Negara tersebut mengandalkan kerja sama internasional, institusi negara, dan sistem pertahanan yang sesuai dengan kondisi negaranya. Bagi banyak orang, salah satu fakta paling mengejutkan mengenai Islandia adalah polisi di negara tersebut secara umum tidak membawa senjata api dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Hal ini menjadi simbol dari rendahnya tingkat kekerasan dalam kehidupan masyarakat. Tentu saja, bukan berarti Islandia bebas sepenuhnya dari kejahatan. Namun, tingkat kekerasan yang rendah membuat pendekatan kepolisian dapat berbeda dibandingkan negara-negara yang menghadapi tingkat kriminalitas bersenjata lebih tinggi. Keamanan Islandia juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial masyarakatnya. Tingkat kepercayaan terhadap sesama warga dan institusi menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang stabil.

Masyarakat yang memiliki rasa saling percaya cenderung lebih mudah bekerja sama, menyelesaikan konflik secara damai, dan menjaga lingkungan sosial. Faktor semacam ini turut membantu Islandia mendapatkan skor tinggi dalam berbagai indikator keamanan dan perdamaian. Meski sering disebut negara paling aman di dunia, Islandia bukan berarti negara tanpa bahaya. Justru, risiko yang harus diperhatikan wisatawan di Islandia sering kali berasal dari alam, bukan kriminalitas. Negara ini memiliki gunung berapi, gempa bumi, cuaca ekstrem, jalan yang dapat berubah kondisinya dengan cepat, serta medan alam yang berbahaya.

Wisatawan tetap harus memperhatikan informasi cuaca, kondisi jalan, peringatan keselamatan, dan aturan ketika menjelajahi alam Islandia. Tidak ada satu alasan tunggal yang membuat Islandia berada di posisi teratas. Keamanan tersebut merupakan hasil kombinasi berbagai faktor yaitu rendahnya konflik, tingkat kriminalitas yang relatif rendah, stabilitas institusi, rendahnya militarisasi, serta kondisi sosial yang mendukung kepercayaan dan kohesi masyarakat. Global Peace Index sendiri mengukur perdamaian melalui tiga kelompok besar, yaitu Safety and Security, Ongoing Conflict, dan Militarisation. Dengan kata lain, Islandia bukan aman hanya karena jumlah penduduknya kecil. Ada sistem sosial dan politik yang ikut membentuk budaya kehidupan yang relatif damai.

Islandia mungkin bukan negara dengan populasi besar atau kekuatan militer yang dominan. Namun, dalam urusan perdamaian dan keamanan, negara kecil di Atlantik Utara ini justru memiliki reputasi luar biasa. Predikat sebagai negara paling damai di dunia menunjukkan bahwa kekuatan sebuah negara tidak selalu diukur dari jumlah tentara, senjata, atau luas wilayah. Stabilitas sosial, kepercayaan masyarakat, institusi yang berfungsi dengan baik, dan rendahnya kekerasan juga dapat menjadi bentuk kekuatan. Islandia akhirnya menjadi contoh menarik bahwa sebuah negara bisa memiliki pengaruh besar bukan karena kekuatan militernya, tetapi karena mampu menciptakan rasa aman dan damai bagi masyarakatnya.

(Grace).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....