Surga Sunyi Timur Indonesia

  • 19 Mei 2026 06:57 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Flores,Sorong - Nuca Molas menjadi salah satu destinasi alam di Indonesia Timur yang mulai mencuri perhatian, meski namanya belum sepopuler kawasan wisata lain di Nusa Tenggara Timur. Terletak di wilayah Flores, kawasan ini menawarkan bentang alam yang masih sangat alami, dengan perpaduan savana luas, perbukitan lembut, dan laut biru yang membentang sejauh mata memandang. Keheningan dan keasrian alamnya membuat Nuca Molas kerap disebut sebagai “surga sunyi” di timur Nusantara.

Keindahan Nuca Molas terletak pada kesederhanaan lanskapnya. Hamparan savana yang menguning saat musim kemarau berubah menjadi hijau segar ketika hujan tiba. Dari perbukitan, pengunjung dapat menyaksikan garis pantai yang panjang dengan air laut berwarna biru jernih. Pemandangan ini menghadirkan suasana yang jarang ditemui di destinasi wisata yang telah ramai, sekaligus memberi pengalaman visual yang terasa berbeda dan menenangkan.

Minimnya aktivitas pariwisata massal menjadi keunggulan utama kawasan ini. Nuca Molas belum dipadati bangunan modern, sehingga nuansa alamnya masih terjaga. Kondisi tersebut menjadikan kawasan ini cocok bagi wisatawan yang mencari ketenangan, fotografi alam, maupun wisata berbasis pengalaman. Dalam konteks pengembangan pariwisata, Nuca Molas dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang berkelanjutan.

Dari sisi akses dan biaya, Nuca Molas relatif terjangkau untuk wisatawan domestik. Perjalanan menuju lokasi umumnya ditempuh melalui jalur darat dan laut dari kota-kota terdekat di Flores. Kisaran biaya yang perlu disiapkan wisatawan berada di angka Rp5–10 juta, tergantung titik keberangkatan, lama perjalanan, serta kebutuhan akomodasi. Angka ini menjadikan Nuca Molas sebagai destinasi kelas dunia dengan biaya yang masih ramah bagi wisatawan dalam negeri.

Dengan kekayaan alam yang dimiliki, Nuca Molas menjadi bukti bahwa Indonesia Timur menyimpan banyak destinasi luar biasa yang belum banyak terekspos. Tantangan ke depan adalah bagaimana potensi tersebut dikembangkan secara bijak, melibatkan masyarakat lokal, dan tetap menjaga kelestarian alam. Jika dikelola dengan tepat, Nuca Molas berpeluang menjadi ikon baru pariwisata Indonesia Timur tanpa kehilangan identitas alaminya. (Grace)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....