Pesona Kalamba di Lore Lindu, destinasi sejarah yang mendunia

  • 05 Apr 2026 12:10 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong : Sebuah penemuan arkeologis penting kembali terjadi di Sulawesi Tengah. Seorang warga dari desa Dong-Dongi , Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, menemukan sebuah situs megalitikum yang sangat unik ditengah kawasan pertambangan emas illegal.

Kabar tersebut mulai mencuat setelah video penemuan itu diunggah melalui akun Facebook Antun Lawani Mosiangini yang memperlihatkan sebuah batu berukuran besar dengan pahatan menyerupai wajah manusia.

Melansir goodnews.id, berdasarkan ciri fisiknya batu tersebut memiliki kemiripan dengan batu kalamba, artefak megalitikum yang banyak ditemukan di Lembah Napu.

Warga yang menemukan situs ini menyatakan bahwa diameter batu tersebut cukup besar dan merupakan salah satu temuan bergambar wajah yang sangat unik. Kemiripan dengan Kalamba menunjukkan adanya kemungkinan keterikatan budaya atau tradisi yang kuat antara temuan baru ini dengan situs-situs yang sudah ada sebelumnya.

Lembah Napu sendiri merupakan sebuah lembah yang meliputi wilayah desa Sedoa, Wuasa, Wanga dan Watutau di Kecamatan Lore Utara dan Lore Peore. Wilayah ini juga berfungsi sebagai zona penyangga dari Taman Nasional Lore Lindu. Dikawasan cagar budaya Loe Lindu ini telah ditemukan antara 67 hingga 83 situs.

Berdasarkan hasil uji pertanggalan karbon, peninggalan megalitikum yang tersebar di kawasan Lore menunjukkan usia kebudayaan ini berada di kisaran 2000 tahun sebelum masehi. Peninggalan zaman megalitikum tersebut tersebar luas dikawasan Taman Nasional Lore Lindu yang mencakup kabupaten Poso dan kabupaten Sigi.

Temuan megalitikum disana sangat bervariasi mulai dari bejana batu (kalamba), tempayan kubur, arca, menhir, batu lumping, batu dakon, batu lesung, batu dulang, punden berundak, hingga struktur pagar atau benteng.

Salah satu situs yang paling tersohor adalah Pokekea yang terletak di Desa Hanggira, kecamatan Lore Tengah. Ditempat inilah puluhan kalamba berdiri dalam berbagai ukuran, seakan menjadi saksi kehidupan komunitas prasejarah yang pernah menetap dikawasan pegunungan itu.

Meskipun bentuknya tampak sederhana, kegunaan kalamba sempat menjadi bahan perdebatan. Masyarakat setempat awalnya menduga benda ini digunakan sebagai tempat penampungan air atau wadah penyimpanan harta.

Namun penelitian terbru menjelaskan bahwa kalamba lebih tepat dianggap sebagai kuburan komunal yaitu tempat penguburan bagi banyak orang dalam satu wadah besar. Teori ini diperkuat dengan ditemukannya sisa-sisa kerangka manusia didalam artefak tersebut.

Bukti arkeologis menunjukkan bahwa masyarakat di Lore Lindu memiliki sistem penguburan yang unik. Penggunaan wadah batu berukuran besar membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan teknologi batu yang tinggi serta struktur sosial tertentu.

Tradisi penguburan itu juga mencerminkan adanya penghormatan besar terhadap para leluhur, sebuah nilai yang masih terlihat dalam praktik budaya di Sulawesi hingga saat ini.

Lore Lindu dianggap bukan hanya sekedar tempat tinggal tetapi pusat kebudayaan yang penting. Mengingat nilai arkeologi dan budaya yang sangat tinggi.

BPCB Gorontalo telah mengusulkan agar kawasan Megalit Lore Lindu (KMLL) didaftarkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....