Ketua Peradah Sorong: Tanamkan Tat Twam Asi demi Moderasi di Perantauan
- 15 Apr 2026 10:07 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Di tengah keberagaman suku dan agama di tanah rantau, khususnya di Papua, nilai-nilai moderasi beragama menjadi fondasi krusial bagi keharmonisan masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Peradah (Perhimpunan Pemuda Hindu) Kabupaten Sorong, I Gede Hadiarda (Dewa), dalam dialog pagi di RRI Sorong.
Menurut I Gede Hadiarda, moderasi beragama pada intinya adalah toleransi—sebuah sikap saling menghargai dan menghormati antar sesama umat beragama demi terciptanya kedamaian Bagi pemuda Hindu, prinsip ini berakar kuat dalam ajaran 'Tat Twam Asi'.
"Tat Twam Asi itu artinya 'aku adalah kamu, kamu adalah aku'. Menyakiti kamu sama halnya dengan menyakiti diriku sendiri. Jadi, sayangilah orang lain seperti menyayangi diri sendiri," ujarnya.
Keunikan Toleransi di Papua
Menetap di Sorong sejak tahun 2006, Gede mengaku tidak pernah mengalami konflik keagamaan selama hampir 20 tahun di perantauan .
Ia justru memuji tradisi toleransi di Papua yang sangat kental, seperti tradisi saling mengunjungi atau open house saat hari raya keagamaan yang menurutnya sangat unik dan mungkin tidak ditemukan di daerah lain.
Aksi Nyata Pemuda Hindu
Moderasi beragama tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga dipraktikkan secara nyata oleh pemuda Hindu di Sorong melalui beberapa kegiatan:
- Partisipasi Keamanan: Pemuda Hindu aktif dilibatkan dalam pengamanan kegiatan hari besar agama lain, seperti saat malam takbiran maupun perayaan Natal.
- Keterbukaan Budaya: Sebaliknya, saat perayaan Nyepi atau pawai Ogoh-ogoh, umat Muslim dan Nasrani pun turut hadir memeriahkan dan menyaksikan.
- Kegiatan Internal dan Sosial: Melaksanakan kegiatan penguatan iman seperti pembuatan Ogoh-ogoh serta acara Dharmasanti (ajang silaturahmi serupa halal bihalal) untuk mempererat persaudaraan.
Membangun Dialog yang Sehat
Terkait tantangan perbedaan, Dewa juga menyarankan agar pemuda selalu mengedepankan sikap persuasif dan lembut. Dalam berkomunikasi ditekankan pentingnya menjaga etika agar tidak menyinggung keyakinan orang lain.
"Masalah keyakinan adalah hal yang sangat personal. Anda yakini itu, kami yakini ini. Kita saling menghormati saja, bicarakan hal-hal yang santai dan formal agar tidak terjadi kesalahpahaman," tambahnya.
Pesan untuk Generasi Muda
Diakhir dialog, Dewa mengajak seluruh pemuda di perantauan untuk terus memupuk nilai toleransi demi masa depan Indonesia yang lebih cerah.
"Mari kita tetap jaga toleransi dan keamanan kita. Jika kita hidup damai, masa depan anak cucu kita akan cerah. Semoga Indonesia selalu damai, aman, tentram, dan sejahtera," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....