Makna Misa Kamis Putih: Perjamuan Terakhir dan Simbol Pelayanan Kasih
- 03 Apr 2026 08:03 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Umat Kristiani di seluruh dunia hari ini memasuki rangkaian Tri Hari Suci yang diawali dengan Misa Kamis Putih. Menjadi salah satu momen paling emosional dalam kalender liturgi, Kamis Putih bukan sekadar rutinitas ibadah bagi umat katolik, melainkan peringatan akan peristiwa krusial yang mengubah sejarah iman Kekristenan.
Apa sebenarnya makna di balik Misa Kamis Putih dan mengapa tradisi membasuh kaki menjadi pusat perhatian? Berikut ulasannya.
1. Peringatan Perjamuan Malam Terakhir
Kamis Putih merujuk pada malam sebelum Yesus Kristus disalibkan. Dalam tradisi Gereja, misa ini merayakan Perjamuan Malam Terakhir Yesus bersama dua belas murid-Nya.
Pada momen inilah Yesus menetapkan Sakramen Ekaristi. Ia memecah-mecahkan roti dan membagikan anggur sebagai simbol tubuh dan darah-Nya. Bagi umat Katolik dan Kristen, peristiwa ini adalah cikal bakal dari setiap perayaan Misa atau Perjamuan Kudus yang dilakukan hingga saat ini.
2. Tradisi Pembasuhan Kaki (Mandatum)
Salah satu prosesi paling unik dalam Misa Kamis Putih adalah pembasuhan kaki. Pastor atau Pemimpin Gereja akan membasuh kaki sejumlah jemaat, meniru tindakan Yesus kepada para murid-Nya.
- Makna: Simbol kerendahan hati dan pelayanan tanpa batas.
Pesan Utama: Yesus mengajarkan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang mau menjadi pelayan bagi sesamanya.
"Jika Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu." — Kutipan Injil Yohanes 13:14.

Prosesi Pembasuhan Kaki di Gereja Katedral Kristus Raja yang di pimpin langsung Pastor Paroki Emanuel Tenau.Pr
3. Penetapan Imamat
Selain Ekaristi, Kamis Putih juga dihayati sebagai hari Penetapan Sakramen Imamat. Gereja mengenang pemberian tugas khusus kepada para rasul untuk meneruskan tradisi perjamuan tersebut, yang kemudian dilanjutkan oleh para imam atau pendeta di masa modern.
Perbedaan Suasana Ibadah
Berbeda dengan misa biasanya, Kamis Putih memiliki dinamika suasana yang kontras:
Bagian MisaSuasanaMaknaAwal MisaMeriah & Penuh SyukurMerayakan kasih Allah melalui Ekaristi.Akhir MisaHening & Tanpa BerkatMelambangkan Yesus yang mulai memasuki masa sengsara di Taman Getsemani.
Setelah misa selesai, biasanya tidak ada lagu penutup yang meriah. Altar dibersihkan dari kain hiasan, dan sakramen ditahtakan di tempat khusus untuk Tuguran—momen di mana umat diajak berjaga-jaga dan berdoa dalam keheningan, menemani Yesus sebelum dikhianati oleh Yudas Iskariot.
Mengapa Disebut "Maundy Thursday"?
Dalam bahasa Inggris, Kamis Putih disebut Maundy Thursday. Kata Maundy berasal dari bahasa Latin Mandatum yang berarti "perintah". Ini merujuk pada perintah baru yang diberikan Yesus: "Supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu."
Dengan berakhirnya Misa Kamis Putih, umat akan bersiap memasuki Jumat Agung, hari peringatan penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....