Polda PBD Dukung Pembinaan Anak Papua Melalui Turnamen Sepak Bola Trophy KU-15

  • 02 Jun 2026 11:29 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID,Sorong- Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melaksanakan Turnamen Sepak Bola Papua Barat Daya Trophy KU-15 Tahun 2026, dibuka langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu dan ditandai dengan tendangan awal (Kickoff) dari Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa, selain itu juga menyerahkan bantuan bola kaki kepada peserta sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan sepak bola usia dini, bertempat Lapangan Makorem 181/PVT Kota Sorong Papua Barat Daya, Senin 1 Juni 2026.

Selain dibuka di lapangan Makorem181/PVT, juga berlangsung di Lapangan Doom, Sorong Kepulauan, kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang panggung adu kemampuan 16 kesebelasan muda, tetapi juga menjadi instrumen pembinaan karakter dan perlindungan generasi muda dari kenakalan remaja.

Semmy pada kesempatan Itu menilai bahwa sepak bola menjadi ruang strategis untuk membentuk fisik, mental, disiplin, sportivitas, dan karakter anak-anak Papua Barat Daya, menurutnya olahraga dekat dengan minat anak muda Papua sehingga dapat menjadi sarana pembinaan yang efektif.

“Kami melihat kegiatan ini positif. Sepak bola digemari anak muda Papua, sehingga Polda Papua Barat Daya mendukung kolaborasi dan koordinasi untuk kegiatan seperti ini,”ujar Semmy seusai pembukaan turnamen,”tuturnya.

Ditegaskan jika pembinaan olahraga tidak hanya bertujuan melahirkan atlet, namun lebih dari itu, kegiatan seperti ini dapat membantu anak muda membangun kesiapan menghadapi masa depan dalam berbagai bidang.

“Olahraga membentuk anak-anak menjadi sehat, berkarakter, dan lebih siap di bidang apa pun, baik sebagai ASN, TNI-Polri, maupun profesi lain,”katanya.

Lanjut Semmy, sedang tugas kepolisian tidak berhenti pada penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendekatan pembinaan dan kemitraan sosial.

“Kepolisian tidak hanya menegakkan hukum. Kami juga hadir menjaga kamtibmas. Pembinaan seperti ini bisa menjadi ruang komunikasi dengan komunitas olahraga,”ujarnya.

Sementara itu Elisa Kambu menyampaikan, turnamen KU-15 harus dilihat sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Ia meminta seluruh peserta menjunjung tinggi fair play, menjaga persaudaraan, dan menjadikan kompetisi sebagai ruang pembentukan mental.

“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah pembinaan generasi muda Papua Barat Daya agar sehat, disiplin, sportif, dan berkarakter, kalian adalah generasi penerus Papua Barat Daya, maka manfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuan, semangat juang, kerja sama tim, dan sportivitas,”ucapnya.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Elvis Howay menjelaskan jika turnamen KU-15 lahir dari kebutuhan menyediakan ruang pembinaan yang aman dan produktif bagi anak-anak Papua Barat Daya. Ia menilai sepak bola dapat menjadi sarana efektif untuk menjauhkan generasi muda dari minuman keras, narkoba, pergaulan bebas, dan tindakan kriminal.

“Sepak bola menjadi sarana penyelamat generasi Papua. Kami berharap lima tahun ke depan sudah terlihat hasil pembinaan ini, sementar tujuan utama kami adalah bagaimana bisa memutus mata rantai kenakalan remaja, sepak bola ini tentunya menjadi sarana efektif agar anak-anak terhindar dari miras, narkoba, pergaulan bebas, dan hal negatif,”jelasnya.

Elvis menjelaskan 16 tim dibagi ke dalam empat grup. Setiap grup berisi empat tim. Tim terbaik akan melaju ke babak delapan besar, semifinal, hingga final. Panitia menyiapkan total 32 pertandingan.

Pembinaan usia dini juga dirancang berjenjang. Panitia menyiapkan kompetisi usia 19 tahun pada Juli 2026 dan membuka peluang turnamen usia 13 tahun apabila dukungan sponsor tersedia.

Pada laga pembuka, Safcom FC tampil dominan dan menang 3-0 atas Persemar Malaumkarta. Hasil itu menjadi penanda awal kompetisi yang diharapkan tidak hanya melahirkan pemenang, tetapi juga membentuk mental kompetitif yang sehat bagi para pemain muda.

Turnamen Papua Barat Daya Trophy KU-15 kini menjadi ujian konsistensi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan komunitas olahraga. Kompetisi ini harus dijaga agar tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi benar-benar menjadi ruang pembinaan yang terarah, aman, dan berkelanjutan bagi masa depan anak-anak Papua Barat Daya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....