ASDP Sorong Layani 18 Lintasan, Perkuat Konektivitas Wilayah Kepulauan Papua

  • 15 Sep 2026 08:44 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Sorong, Papua Barat Daya, mengoperasikan empat armada kapal untuk melayani 18 lintasan penyeberangan di wilayah Papua Barat Daya dan Papua Barat.

Kepala ASDP Sorong Fahmi Hardie mengatakan, layanan penyeberangan ASDP memiliki peran penting dalam menjaga konektivitas masyarakat, terutama di wilayah kepulauan yang masih memiliki keterbatasan akses transportasi.

“ASDP hadir untuk memastikan konektivitas masyarakat, terutama di wilayah kepulauan Papua Barat Daya, termasuk menghubungkan wilayah-wilayah yang akses transportasinya masih terbatas,” kata Fahmi di Sorong, Senin 14 September 2026.

Empat armada yang dioperasikan ASDP Sorong terdiri atas KMP Kurisi, KMP Terubuk 1, KMP Arar, dan KMP Kalabia.

Selain mengangkut penumpang dan kendaraan, layanan ASDP juga mendukung distribusi logistik serta kebutuhan pembangunan di wilayah kepulauan.

Fahmi menyebut, sepanjang 2025 sekitar 3.000 muatan barang telah diseberangkan melalui layanan ASDP Sorong, muatan tersebut meliputi gula, kecap, sembako, kebutuhan pokok, serta material pembangunan.

“Peran ASDP bukan hanya memobilisasi penumpang, tetapi juga mendistribusikan logistik dan kebutuhan masyarakat untuk mendukung pembangunan, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T),” ujarnya.

Fahmi menjelaskan, Kota Sorong memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk dan pusat transit distribusi logistik menuju sejumlah wilayah kepulauan, termasuk Raja Ampat.

Daerah tersebut memiliki aktivitas pariwisata yang cukup tinggi sehingga membutuhkan pasokan kebutuhan pokok dan bahan bangunan.

“ASDP hadir untuk mendukung pembangunan di wilayah-wilayah kepulauan, khususnya Papua Barat Daya,” katanya.

Fahmi menjelaskan, pembukaan lintasan baru dilakukan berdasarkan permintaan pemerintah daerah setempat, terutama untuk menghubungkan pulau-pulau yang belum mendapatkan layanan penyeberangan.

“Untuk membuka lintasan baru tentunya ada permintaan dari pemerintah daerah setempat untuk melayani pulau-pulau yang memang belum terlayani,” ujarnya.

Ia menambahkan, karakteristik muatan pada setiap lintasan berbeda-beda. Sejumlah lintasan melayani penumpang, kendaraan, dan barang, sementara lintasan tertentu lebih banyak mengangkut kebutuhan pokok dalam bentuk muatan curah.

Kondisi tersebut menyesuaikan kebutuhan masyarakat di pulau tujuan yang sebagian masih memiliki keterbatasan akses kendaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....