HUT RRI ke-81, Dewas Dorong Transformasi dan Beri Ruang Generasi Muda Berinovasi
- 11 Sep 2026 14:58 WIB
- Sorong
iRRI.CO.ID, Jakarta,Sorong – Memasuki usia ke-81 tahun, Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) didorong untuk terus bertransformasi menghadapi perubahan dan disrupsi di era digital. Transformasi tersebut dinilai membutuhkan keseimbangan antara mempertahankan keberlangsungan lembaga dan membuka ruang bagi kreativitas serta inovasi.
Ketua Dewan Pengawas LPP RRI, Anwar Mujahid Adhy Trisnanto, mengatakan usia 81 tahun tidak boleh membuat RRI terjebak dalam rutinitas dan pola kerja business as usual.
Menurutnya, kondisi tersebut justru dapat menjadi ancaman bagi eksistensi RRI sebagai media yang memiliki karakter kreatif.
“Umur 81 tahun sangat mudah menjebak kita kepada rutinitas, business as usual, miskin kreativitas, langka inovasi. Situasi demikian inilah yang paling mengancam eksistensi RRI sebagai media, yang sesungguhnya merupakan entitas kreatif,” ujar Anwar dalam Acara Penyulutan Obor Tri Prasetya peringatan HUT ke-81 RRI.
Anwar mengungkapkan, manajemen RRI perlu menerapkan strategi ambidextrous leadership dalam menghadapi gelombang disrupsi yang menuntut transformasi secara berkelanjutan.
Strategi tersebut, dilakukan dengan menjalankan eksploitasi dan eksplorasi secara bersamaan. Eksploitasi diarahkan untuk menjaga keberlangsungan lembaga, sedangkan eksplorasi menjadi ruang bagi pembaruan.
Sejumlah langkah eksploitasi yang telah dilakukan RRI antara lain pelatihan UKW-R, upaya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), penyesuaian kebijakan program dengan anggaran, serta penguatan gerakan literasi membaca.
Sementara itu, strategi eksplorasi mencakup pelatihan UKW Siber, strategi multiplatform marketing, pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam produksi dan distribusi konten, pengkajian dan pengembangan programa, kebijakan anggaran yang mengikuti program, gerakan literasi mendengar, serta penguatan keberagaman dengan mengedepankan lokalitas.
“Eksploitasi menghasilkan keberlangsungan, sementara eksplorasi menghasilkan pembaruan. Dua-duanya kita butuhkan, bahkan dua-duanya saling membutuhkan. Maka dua-duanya perlu dilakukan sekaligus,” katanya.
Anwar juga menyoroti komposisi pegawai RRI yang dinilai menjadi modal penting dalam mendorong transformasi lembaga.
Berdasarkan data Direktorat SDM-U RRI, sekitar 60,2 persen pegawai RRI saat ini berusia 40 tahun ke bawah. Kondisi tersebut berbeda dengan komposisi pegawai pada 2019 yang lebih didominasi generasi baby boomers dan Generasi X.
Menurut Anwar, komposisi tersebut merupakan bonus demografi yang dapat membuka ruang lebih besar bagi tumbuhnya eksplorasi, kreativitas, dan inovasi di lingkungan RRI.
“Generasi muda RRI inilah yang saya sebut DNA baru RRI. DNA baru RRI harus diberi ruang seluas-luasnya untuk berperan dalam langkah-langkah eksplorasi ke depan. Jangan sampai generasi baru RRI sekadar menjadi tamu di lembaganya sendiri,” tegasnya.
Dalam sambutannya Anwar mengibaratkan strategi transformasi tersebut dengan konsep tiwikrama dalam pewayangan, yakni transformasi diri secara total dengan mengerahkan seluruh potensi untuk mencapai tujuan yang mulia.
“Dengan aset yang kita miliki, baik yang tangible maupun intangible, sesungguhnya kita memiliki kemungkinan-kemungkinan baru nyaris tanpa batas. Batasnya hanyalah kemampuan kreatif dan inovatif kita. Jadi, semuanya berpulang kepada keberanian kita untuk berubah, bertransformasi,” ujarnya.
Menjelang berakhirnya masa bakti Dewan Pengawas dan Dewan Direksi RRI periode 2021–2026, Anwar juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan periode 2026–2031 dapat melanjutkan transformasi RRI secara berkelanjutan.
Ia berharap Dewan Pengawas dan Dewan Direksi sebagai dua lembaga dengan fungsi berbeda dapat terus berkolaborasi dan bersinergi dalam mewujudkan visi yang sama.
“Semoga Dewan Pengawas bersama Dewan Direksi 2026–2031, yang sejatinya merupakan dua lembaga yang berbeda fungsi, mampu saling berkelindan, berkolaborasi, bersinergi, bertiwikrama, mewujudkan visi yang sama: menjadikan RRI sebagai media terpercaya, relevan, berdampak, inspirasi nilai keindonesiaan, mewujudkan visi Indonesia Maju, menyambut Indonesia Emas,” pungkas Anwar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....