ra dari Gelombang Perjuangan: Jejak Pejuang Radio Indonesia
- 05 Sep 2026 19:22 WIB
- Sorong
rri.co.id,Sorong - Di tengah gejolak perjuangan mempertahankan kemerdekaan, ketika suara senjata bergema dan kabar kemenangan belum tentu sampai ke pelosok negeri, ada satu kekuatan yang tak kalah penting, suara dari balik radio. Dengan peralatan sederhana, di tengah ancaman penangkapan dan bahaya perang, para pejuang radio Indonesia mempertaruhkan nyawa demi satu hal—memastikan suara Republik tetap terdengar.
Mereka bukan prajurit yang selalu berada di garis depan. Mereka bekerja dalam senyap, berpindah tempat, menjaga pemancar, merangkai pesan, dan menyiarkan kabar kepada rakyat. Setiap siaran adalah keberanian. Setiap kata adalah bentuk perlawanan.
Inilah beberapa para pejuang radio yang menjadikan gelombang udara sebagai medan perjuangan :
Dr. Abdulrahman Saleh : dikenal sebagai Bapak Radio Indonesia dengan julukan si Jago Udara. Ia yang memimpin pendirian Radio Republik Indonesia pada 11 September 1945.
Bung Tomo : mengobarkan semangat juang arek-arek Surabaya pada pertempuran 10 November 1945 melalui Radio Pemberontakan Rakyat Indonesia.
Maladi : tokoh penting yang aktif menggerakan siaran radio untuk mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan Belanda.
Jusuf Ronodipuro : ia adalah penyiar yang membajak radio stasiun Jepang (Hosok Kyoku) untuk menyiarkan teks proklamasi kemerdekaan ke dunia Internasional dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Waidan B. Palenewen : tokoh pers dan radio yang bersama rekan-rekannya menyebarkan berita proklamasi ke luar negeri.
Mereka berjuang bukan dengan senjata, tetapi dengan suara. Dari balik gelombang radio, mereka menjaga semangat, menyebarkan harapan, dan mempertahankan kemerdekaan. Kini, suara itu menjadi sejarah. Namun semangatnya tetap hidup. Karena selama suara Indonesia terus bergema, perjuangan tidak akan pernah padam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....