Akses Jalan Rusak, Distribusi Hasil Kebun Warga Wayer dan Moswaren Terkendala

  • 24 Agt 2026 14:06 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Kerusakan ruas jalan Teminabuan-Maybrat turut menghambat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Wayer dan Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan.

Kepala Kampung Wayer, Yakobus Kaisala mengatakan, masyarakat dari Maybrat dan Moswaren Raya banyak menggunakan ruas tersebut untuk membawa hasil kebun menuju pasar.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak membuat masyarakat harus menghadapi kesulitan ketika mengangkut hasil pertanian dan perkebunan untuk dijual.

“Mereka membawa jualan hasil kebun yang ada dari Maybrat, dari Moswaren Raya, Wayer, mereka akan menuju ke pasar, susah,” kata Yakobus.

Ia mengatakan, akses jalan yang baik sangat dibutuhkan masyarakat karena sebagian besar aktivitas ekonomi warga bergantung pada kelancaran transportasi.

Kerusakan jalan tidak hanya berdampak terhadap waktu tempuh, tetapi juga dapat menyulitkan masyarakat membawa hasil kebun dari wilayah produksi menuju pasar.

Masyarakat Kampung Wayer, Isak Febrian Boltal, juga menyoroti dampak kerusakan jalan terhadap mama-mama yang menjalankan aktivitas perdagangan.

Ia meminta pemerintah segera memperbaiki ruas tersebut karena masyarakat masih mengandalkan jalan itu untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, intelektual muda Distrik Moswaren, Yoanis Agustinus Huwai, mengatakan peningkatan ruas jalan Teminabuan-Ayamaru sangat dibutuhkan untuk mendukung mobilitas masyarakat di dua wilayah pemerintahan.

“Melihat kondisi jalan yang saat ini sangat memprihatinkan, kita perlu adanya dukungan Pemerintah Provinsi dan juga Pemerintah Pusat,” kata Yoanis.

Menurutnya, perbaikan jalan akan membantu memperlancar akses lalu lintas masyarakat yang melintasi wilayah Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Maybrat.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu mengatakan ruas jalan tersebut memiliki peran penting dalam menghubungkan masyarakat di sejumlah wilayah.

Ia menyebut masyarakat Aitinyo, Aifat, Moswaren, Wayer, Salekma hingga Teminabuan sejak dahulu menggunakan jalur tersebut sebelum tersedia akses alternatif.

Namun, Elisa mengakui keterbatasan anggaran pemerintah daerah saat ini menjadi tantangan dalam melakukan penanganan jalan secara menyeluruh.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Pusat memberikan dukungan agar ruas-ruas jalan strategis di daerah dapat diperbaiki.

Elisa berharap dukungan tersebut dapat diberikan melalui Kementerian Pekerjaan Umum maupun kebijakan penambahan dukungan infrastruktur kepada pemerintah daerah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....