Jhony Dawan Ingin Pangan Lokal PBD Jadi Ikon Produk UMKM Daerah

  • 22 Agt 2026 15:07 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Ketua Umum Asosiasi Nusantara UMKM Provinsi Papua Barat Daya, Jhony Weinand Dawan, mendorong pangan lokal Papua Barat Daya dikembangkan menjadi ikon produk UMKM daerah yang mampu bersaing dengan produk dari luar Papua.

Hal tersebut disampaikan Jhony dalam Pameran Nusantara Merah Putih yang digelar Asosiasi Nusantara UMKM Papua Barat Daya di Alun-Alun Aimas, Kabupaten Sorong, Jumat, 21 Agustus 2026.

Pameran yang berlangsung hingga Sabtu, 22 Agustus 2026, mengusung tema “Pangan Lokal untuk Indonesia Maju” dan menampilkan beragam produk olahan pangan lokal dari pelaku UMKM Papua Barat Daya.

Jhony mengatakan pangan lokal yang ditampilkan dalam pameran memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam berbagai varian produk sehingga tidak hanya menjadi konsumsi masyarakat setempat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan daya saing.

“Ini pangan lokal Nusantara yang sedang ditunjukkan dalam bentuk berbagai macam varian,” ujar Jhony.

Menurutnya, keberagaman pangan lokal harus menjadi kekuatan bagi UMKM Papua Barat Daya. Produk tersebut perlu dikemas dan dikembangkan secara profesional agar mampu menjadi identitas sekaligus ikon produk daerah.

Ia berharap pemerintah daerah dapat melihat potensi tersebut dan memberikan ruang yang lebih luas bagi produk UMKM lokal untuk berkembang.

“Ini dapat dilihat oleh pemerintah daerah, dalam hal ini Provinsi Papua Barat Daya, supaya menjadi ikon yang terbaik buat kita UMKM yang ada di provinsi ini bisa bersaing dengan UMKM yang ada di luar Papua Barat Daya,” katanya.

Jhony menilai pengembangan pangan lokal tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga perlu memperhatikan kualitas, inovasi, pengemasan, serta kemampuan memasarkan produk agar dapat diterima konsumen yang lebih luas.

Karena itu, Asosiasi Nusantara UMKM Papua Barat Daya mengusung semangat membangun sinergi UMKM, melestarikan budaya, menggerakkan ekonomi bangsa, sekaligus meningkatkan olahan pangan lokal.

Menurut Jhony, seluruh upaya tersebut harus dibangun melalui skema kemandirian dan profesionalisme.

“Kita tidak harus ada sesuatu yang dikasih baru kita mulai buat ini, tapi kita harus profesional dalam kemandirian,” ujarnya.

Ia menegaskan pelaku UMKM harus mampu membangun usaha secara mandiri, sementara pemerintah, swasta, BUMN, BUMD dan perbankan diharapkan membuka akses pasar serta memberikan dukungan terhadap produk yang telah dihasilkan.

Jhony mengatakan Pameran Nusantara Merah Putih menjadi salah satu ruang untuk memperlihatkan bahwa produk UMKM Papua Barat Daya memiliki potensi yang dapat dikembangkan lebih jauh.

Pameran tersebut melibatkan pelaku UMKM dari seluruh kabupaten dan kota di Papua Barat Daya dengan berbagai produk unggulan yang ditawarkan kepada masyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem UMKM yang kuat, sehingga pangan lokal Papua Barat Daya tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional.

Pengembangan pangan lokal tersebut, menurutnya, sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya dan menggerakkan perekonomian masyarakat melalui produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha lokal.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....