Atasi Kemarau Sorong, BWS Papua Barat Siapkan Posko Kekeringan Air Gratis

  • 14 Agt 2026 03:26 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat menyiapkan air baku gratis hingga 36 ribu liter per hari bagi masyarakat terdampak kekeringan akibat musim kemarau di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.

Air gratis tersebut tersedia di posko kekeringan air gratis BWS Papua Barat di Kilometer 16, Kota Sorong, yang mulai dibuka untuk masyarakat, Kamis, 13 Agustus 2026.

Kepala BWS Papua Barat, Wempy Nauw, mengatakan kapasitas penampungan di lokasi mencapai 18 ribu liter dalam satu kali pengisian. Jika kondisi cuaca memungkinkan, pengisian dapat dilakukan dua kali sehari.

“Kita punya kapasitas air yang tertampung di sini sekali menampung itu 18 kubik atau 18 ribu liter. Kalau satu hari kita bisa menampung dua kali, berarti dapat 36 kubik atau 36 ribu liter,” kata Wempy.

Petugas posko kekeringan.

Selain posko Kilometer 16, BWS Papua Barat telah mendistribusikan air menggunakan kendaraan tangki ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan. Distribusi tersebut telah berjalan sekitar 3 minggu 5 hari.

Wempy mengatakan pelayanan dilakukan secara bergilir agar bantuan air dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Dalam mengantisipasi dan menangani bencana kekeringan di tahun 2026, kami melakukan pembagian air secara gratis kepada masyarakat di Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan juga beberapa kabupaten lainnya,” ujarnya.

Warga di sekitar Kilometer 13, 14, 15 dan 16 dapat mengambil air secara gratis di posko tersebut. Namun, air yang disediakan merupakan air baku sehingga belum direkomendasikan untuk diminum.

“Untuk minum kami belum menjamin kualitasnya. Dari kami rekomendasinya hanya untuk mandi, cuci dan kebutuhan air di saat musim panas ini,” jelasnya.

BWS Papua Barat juga melarang air bantuan tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis, termasuk dijual kembali oleh pelaku usaha air bersih.

“Kita tidak memperbolehkan atau mengizinkan air ini untuk diambil dan dijual atau diisi oleh para pelaku bisnis penjual air bersih. Kita buka khusus untuk masyarakat umum yang membutuhkan air,” tegas Wempy.

Ia menjelaskan, kemampuan pengisian air sangat bergantung pada kondisi cuaca. Saat matahari cukup baik, pengisian dapat dilakukan hingga dua kali sehari. Sebaliknya, cuaca mendung membuat proses pengisian lebih lambat.

Selain untuk kebutuhan rumah tangga, air di posko Kilometer 16 dapat dimanfaatkan untuk membantu pemadaman kebakaran.

Meski demikian, Wempy mengakui distribusi air yang dilakukan saat ini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan.

“Kita merasa itu memang belum mencukupi. Tapi ada upaya, kita berkolaborasi dengan teman-teman dari provinsi, kabupaten, dan juga institusi lain yang ikut memberikan perhatian dalam rangka menyiapkan kebutuhan air baku bagi masyarakat,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....