Selamatkan Sungai lewat Gerakan 'Ayo Muliakan Sungai'

  • 31 Jul 2026 20:03 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Kompleksitas persoalan sungai di Indonesia muncul karena berbagai faktor lingkungan, sosial, ekonomi, dan tata kelola yang saling berkaitan. Sungai tidak hanya berfungsi sebagai sumber air, tetapi juga sebagai penopang kehidupan, jalur transportasi, sumber mata pencaharian, dan bagian penting dari ekosistem.

Iding A. Haidir, D. Phil selaku Sekretaris Nasional Gerakan 'Ayo Muliakan Sungai' dalam perbincangan bersama RRI beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa persoalan sungai di Indonesia tidak dapat dianggap remeh karena sebagian besar masyarakat Indonesia hidupnya bergantung pada sungai. Gerakan Ayo Muliakan Sungai ini pertama kali diinisiasi oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono yang akrab disapa Mas AHY.

"Gerakan Ayo Muliakan Suangai ini hadir karena keresahan tokoh nasional Bapak Agus Harimurti Yudhoyono, melihat bahwa sungai merupakan infrastruktir alami yang menopang kehidupan manusia, yang bisa menyokong pembangunan berkelanjutan, hampir dari setengahnya sungai di Indonesia, kondisinya lebih dari kritis. Sungai dari hulu ke hilir segmennya sebagian bahkan banyak yang terganggu atau kondisinya sangat memprihatinkan," jelas Iding.

Dari hulu misalnya daerah tangkapan airnya sudah banyak yang berubah karena penutupan lahan, ketidakdisiplinan penetapan penataan ruang, daerah tengah misalkan adanya pengambilan atau eksploitasi air yang berlebihan, dan daerah hilir dengan kepadatan penduduk yang terus meningkat turut mempengaruhi kualitas sungai.

Dari data dan fakta dilapangan yang diterima tim Gerakan Ayo Muliakan Sungai, Iding menyampaikan bahwa ribuan sungai yang ada diseluruh Indonesia, hanya sungai yang ada di Tanah Papua yang 50 persen sungainya masih alami dan kualitasnya sangat baik.

"Hal ini yang harus dijaga oleh pemerintah daerah dan seluruh masyarakat agar sungai di Papua khususnya di Papua Barat Daya tetap terjaga dengan melakukan berbagai pencegahan seperti tidak membuang sampah ke sungai, menjaga kebersihan dan melakukan berbagai aksi penghijauan," pesan Iding.

Persoalan sungai di Indonesia bersifat kompleks karena dipengaruhi oleh interaksi antara aktivitas manusia, perubahan lingkungan, dan tata kelola. Penanganannya memerlukan pendekatan terpadu, penegakan hukum yang konsisten, serta partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat agar fungsi sungai tetap terjaga bagi generasi sekarang maupun mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....