Pemkab Sorong Dorong Peternak OAP Tingkatkan Produksi

  • 31 Jul 2026 13:13 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Aimas – Pemerintah Kabupaten Sorong terus menggenjot pengembangan sektor peternakan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Besarnya potensi lahan penggembalaan dan tingginya kebutuhan pasar dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan produksi ternak lokal.

Wakil Bupati Sorong Sutejo mengatakan, hingga saat ini kebutuhan daging sapi di Kabupaten Sorong masih belum sepenuhnya dapat dipenuhi dari hasil peternakan lokal. Akibatnya, pasokan sapi masih didatangkan dari sejumlah daerah lain, termasuk Pulau Seram, guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kondisi ini sebenarnya menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan. Jika populasi sapi terus bertambah, maka kebutuhan daging dapat dipenuhi dari daerah sendiri tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar," kata Sutejo Kamis 30 Juli 2026.

Menurutnya, Papua Barat Daya memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha peternakan karena didukung ketersediaan padang rumput yang luas serta permintaan pasar yang terus meningkat. Potensi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh peternak lokal sebagai sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Sutejo menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong berbagai program pemberdayaan guna meningkatkan kapasitas peternak OAP, baik melalui pembinaan, pendampingan, maupun penguatan usaha peternakan rakyat.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang menekuni sektor peternakan sehingga Kabupaten Sorong tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan daging sendiri, tetapi juga menjadi salah satu daerah pemasok ternak di Papua Barat Daya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sorong, Margariet Beatriks Hendrika Nauw, mengungkapkan populasi sapi di Kabupaten Sorong saat ini mencapai sekitar 25 ribu ekor.

Meski jumlah tersebut cukup besar, pemerintah tetap melakukan pengawasan terhadap keseimbangan populasi ternak. Tingginya permintaan daging, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan, membuat pemerintah harus memastikan ketersediaan sapi tetap terjaga.

"Pada momen tertentu kebutuhan masyarakat meningkat cukup signifikan. Untuk menjaga pasokan sekaligus mempertahankan populasi sapi lokal, kami masih mendatangkan ternak dari luar daerah," jelasnya.

Menurut Margariet, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan daging tanpa mengurangi populasi ternak yang ada di Kabupaten Sorong.

Melalui penguatan sektor peternakan, Pemerintah Kabupaten Sorong berharap produksi sapi lokal terus meningkat sehingga ketahanan pangan daerah semakin kuat, kesejahteraan peternak bertambah, dan ketergantungan terhadap pasokan ternak dari luar daerah dapat dikurangi secara bertahap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....