ASEAN Foundation dan Accelero Indonesia Gelar One ASEAN, One Million Dreams

  • 19 Jul 2026 05:14 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Yayasan Selah Edukasi Indonesia (Accelero Indonesia) menyelenggarakan kegiatan ASEAN Event: One ASEAN, One Million Dreams sebagai bagian dari rangkaian Program Teaching at the Right Level (TaRL) di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu 18 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu implementasi program Empowering Youth Across ASEAN (EYAA) yang didukung oleh ASEAN Foundation dan Maybank Foundation. Pada tahun 2026, Program TaRL Accelero Indonesia terpilih sebagai salah satu dari 10 proyek terbaik di kawasan ASEAN yang memperoleh pendanaan dan pendampingan implementasi. Acara dihadiri oleh perwakilan ASEAN Foundation, Maybank Foundation, Volunteer ASEAN, relawan lokal, perguruan tinggi mitra, sekolah mitra, komunitas lokal, serta ratusan anak peserta Program TaRL.

Berbagai kegiatan digelar dalam acara tersebut, mulai dari pertukaran budaya, permainan edukatif, sesi inspirasi bersama relawan ASEAN, hingga perayaan kolaborasi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak di Kota Sorong. Mewakili Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya, Marthen Iek, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sebagai investasi penting bagi masa depan generasi muda Papua. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini melalui pendidikan yang berkualitas.

"Investasi terbaik bagi masa depan bangsa, khususnya di Tanah Papua, adalah membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Masa sekolah dasar merupakan masa emas untuk menanamkan karakter, budi pekerti, sekaligus mengembangkan potensi anak-anak," ujarnya.

Ia mengatakan kegiatan tersebut membawa pesan yang kuat agar anak-anak Papua tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian aktif dari komunitas global. Marthen juga mengajak para pelajar untuk berani bermimpi besar tanpa merasa rendah diri karena berasal dari Papua. "Anak-anak Papua harus berani berpikir besar. Jangan pernah merasa kecil. Kalian adalah anak-anak Indonesia yang mampu bersaing dan meraih mimpi setinggi-tingginya," katanya.

Ia turut memberikan pesan kepada para guru agar terus mendidik dengan penuh kesabaran dan kasih sayang karena masa depan anak-anak berada di tangan para pendidik.

Marthen menyampaikan ucapan selamat atas penyelenggaraan kegiatan dan berharap kolaborasi serupa terus berlanjut untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Papua Barat Daya.

Anak Sekolah Dasar di Sorong, tuliskan impiannnya dalam kegiatan ASEAN Event: One ASEAN, One Million Dreams

Sementara itu, Head of Strategy Planning and Business Development ASEAN Foundation, Mahmudi Yusi, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum memperkuat kolaborasi antarnegara ASEAN dalam bidang pendidikan.

Menurutnya, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, hingga berbagai organisasi. "Kami percaya pendidikan adalah hak setiap anak. Pendidikan bukan hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dibangun bersama keluarga, komunitas, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Mahmudi menegaskan pentingnya meningkatkan literasi sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, literasi tidak hanya berarti kemampuan membaca, tetapi juga memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi, serta memperluas wawasan.

Melalui program Empowering Youth Across ASEAN, ASEAN Foundation bersama Maybank Foundation menghadirkan relawan muda dari berbagai negara ASEAN untuk belajar dan bekerja bersama masyarakat di Indonesia.

Ia menilai kolaborasi yang dilakukan di Sorong menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama lintas negara mampu memberikan dampak positif bagi pendidikan anak-anak.

"Apa yang dilakukan di Sorong menunjukkan bahwa kolaborasi dapat menciptakan perubahan yang nyata. Ketika kita bekerja bersama, kita mampu memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda ASEAN," katanya.

Mahmudi menambahkan, selama dua tahun terakhir program tersebut telah mempertemukan relawan muda dari berbagai negara ASEAN yang memiliki latar belakang budaya, bahasa, dan pengalaman berbeda untuk bersama-sama membangun masyarakat melalui pendidikan.

Melalui kegiatan One ASEAN, One Million Dreams, seluruh peserta diajak untuk membangun semangat persaudaraan ASEAN sekaligus memperkuat mimpi anak-anak Papua agar memiliki kepercayaan diri dalam meraih cita-cita.

Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, organisasi internasional, lembaga pendidikan, relawan, dan masyarakat dalam menciptakan pendidikan yang inklusif serta berkualitas bagi generasi penerus bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....