Ratusan Murid Baru Ikut MPLS di SMK Yapis Teminabuan Sorong Selatan

  • 13 Jul 2026 20:36 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Teminabuan - SMK Yapis Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) diikuti sebanyak kurang lebih 120 siswa-siswi. Kegiatan itu dipusatkan di Aula SMK Yapis Teminabuan, Senin, 13 Juli 2026.

Kepala Sekolah SMK Yapis Teminabuan, Ansar Asis Sija mengatakan, setelah melalui proses penerimaan murid baru, pihak sekolah melakukan MPLS selama 5 hari sebelum memulai proses belajar mengajar di pekan depan.

"Sesuai juknis dari Kementerian dan Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten bahwa awal tahun masuk sekolah itu di pertengahan Juli, dan ada rutinitas yaitu penerimaan murid baru setelah itu kita masuk pada MPLS," kata Ansar

Ansar mengungkapkan, upaya pembinaan karakter dan disiplin selama MPLS yakni apel pagi dan kegiatan rohani. Setelah membuka pendaftaran penerimaan murid baru, sebanyak kurang lebih 200 orang telah mengambil formulir, sementara yang telah mengembalikan formulir sebanyak 150 orang.

"Dalam proses MPLS setelah apel pagi mereka (siswa-siswi) pembiasaan yang kita laksanakan di sekolah anak-anak muslim harus shalat dhuha yang nasrani berdoa setelah itu mereka kembali ke aula untuk mengikuti materi selanjutnya yang disiapkan panitia," ujarnya

Ansar menyampaikan, faktor penghambat sebagian orang yang belum mengembalikan formulir yaitu kondisi tempat tinggal yang jauh diwilayah Imekko. Melalui kegiatan MPLS diharapkan mampu memberikan edukasi dan menjadi daya tarik bagi siswa-siswi agar lebih aktif, disiplin serta teratur mengikuti pelajaran di sekolah.

"Rata-rata yang masuk di sekolah kita ini mereka yang kelas menengah kebawah dan yang ada diwilayah pantai (Imekko), saya dapat informasi dari orang tua mereka bahwa situasi laut tidak bersahabat sehingga mereka sampai hari ini belum bisa ke Teminabuan," ucapnya

Masa pengenalan lingkungan sekolah juga menerapkan pembelajaran tentang 7 kebiasaan Indonesia hebat serta teaching factory, pemberian materi bela negara, bahaya narkoba dan obat-obatan terlarang. Semua materi penting yang disampaikan berkaitan langsung dengan kehidupan siswa-siswi selama dilingkungan sekolah maupun di rumah.

"Tujuh kebiasaan Indonesia hebat ini paling penting dilaksanakan tahun ajaran ini karena memang ada juknis dari Kementerian kurang lebih enam materi, kemudian materi penting yaitu mengenalkan anak-anak tentang dunia TEFA yaitu teaching factory berkaitan dengan pembelajaran yang kita bisa formulasikan kerjasama dengan pemerintah maupun perbankan dan pajak," ucap Ansar

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....