MTQ II Papua Barat Daya Resmi Dibuka, Diikuti 202 Peserta dari Enam Kabupaten/Kota

  • 02 Jul 2026 11:44 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) II Tingkat Provinsi Papua Barat Daya resmi dibuka dan akan berlangsung pada 1–4 Juli 2026. Pembukaan digelar di Lapangan MAN Sorong, Rabu 1 Juli 2026 sementara pelaksanaan lomba dipusatkan di Arena Utama Gedung ACC Al-Akbar dan Masjid Raya Al-Akbar Provinsi Papua Barat Daya.

Sebanyak 202 peserta dari enam kabupaten/kota di Papua Barat Daya ambil bagian dalam ajang tersebut. MTQ II menjadi ajang seleksi untuk menentukan kafilah terbaik yang akan mewakili Papua Barat Daya pada MTQ Nasional XXXI di Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Panitia MTQ II Provinsi Papua Barat Daya, Abdul Mutalib, mengatakan penyelenggaraan MTQ merupakan bagian dari upaya Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Papua Barat Daya untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an, memperkuat pembinaan generasi Qurani, sekaligus mempersiapkan kafilah terbaik menuju MTQ Nasional 2026.

"MTQ II Provinsi Papua Barat Daya mengangkat tema Melalui MTQ Kita Kembangkan Ekonomi Umat Menuju Provinsi Papua Barat Daya yang Berdaya Saing.

Tema ini mengandung makna bahwa nilai-nilai Al-Qur'an tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan beragama, tetapi juga menjadi inspirasi dalam membangun ekonomi umat yang berlandaskan kejujuran, kerja keras, profesionalisme, dan keberkahan sehingga mampu meningkatkan daya saing daerah," ujar Abdul Mutalib.

Menurutnya, penyelenggaraan MTQ bertujuan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an, memperkuat pembinaan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir, serta peserta cabang Al-Qur'an lainnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, menyeleksi peserta terbaik menuju MTQ Nasional, serta mendorong pengembangan ekonomi umat.

Sebanyak 202 peserta yang mengikuti MTQ berasal dari enam kafilah kabupaten/kota, yakni Kabupaten Sorong sebanyak 38 peserta, Kabupaten Sorong Selatan 25 peserta, Kabupaten Maybrat 35 peserta, Kabupaten Tambrauw 37 peserta, Kabupaten Raja Ampat 27 peserta, dan Kota Sorong 38 peserta.

Selain peserta, MTQ II juga melibatkan 70 ofisial, 41 dewan hakim, 10 panitera, dan 75 panitia, sehingga total yang terlibat dalam kegiatan tersebut mencapai 388 orang.

MTQ II Papua Barat Daya mempertandingkan seluruh cabang dan golongan sesuai ketentuan LPTQ Nasional, meliputi Tilawah Al-Qur'an, Hifzhil Al-Qur'an, Tafsir Al-Qur'an, Fahmil Al-Qur'an, Syarhil Al-Qur'an, Kaligrafi Al-Qur'an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an, serta cabang lainnya sesuai keputusan LPTQ, kecuali cabang tunanetra.

Sebagai implementasi tema tahun ini, panitia juga menyediakan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), produk halal, serta produk lokal untuk berpartisipasi selama pelaksanaan MTQ.

"Kami berharap penyelenggaraan MTQ tidak hanya sukses dalam aspek syiar Islam dan prestasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," kata Abdul Mutalib.

Ia mengakui bahwa dukungan anggaran untuk penyelenggaraan MTQ II masih terbatas. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangat panitia untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

"Memang dari sisi pendanaan terasa sangat kurang, namun tidak menyurutkan semangat panitia untuk tetap menyelenggarakan MTQ kedua ini. Besar harapan kami kepada Bapak Gubernur Papua Barat Daya agar ke depan dapat memberikan tambahan dukungan anggaran bagi LPTQ Provinsi Papua Barat Daya," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua LPTQ Provinsi Papua Barat Daya, Abubakar Alhamid, menegaskan bahwa MTQ merupakan syiar Islam yang sangat mulia dan tidak sekadar perlombaan membaca Al-Qur'an.

"MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi merupakan gerakan membumikan Al-Qur'an, menanamkan kecintaan kepada kitab suci, serta membangun karakter masyarakat yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara," katanya.

Menurut Abubakar, tema MTQ tahun ini sangat relevan dengan tantangan pembangunan daerah. Al-Qur'an mengajarkan umat Islam untuk bekerja keras, berusaha secara halal, jujur dalam berdagang, serta memanfaatkan potensi daerah demi kesejahteraan bersama.

Ia menilai Papua Barat Daya memiliki kekayaan alam, keberagaman budaya, dan sumber daya manusia yang besar sehingga harus dikelola berdasarkan nilai-nilai Al-Qur'an agar melahirkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi, unggul dalam pendidikan, kuat dalam moral, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

"Melalui MTQ ini kita ingin melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya indah tilawahnya, tetapi juga unggul intelektualnya, tangguh jiwanya, dan mampu menjadi pelaku pembangunan ekonomi umat," ujarnya.

Abubakar juga mengingatkan pesan

Gubernur Papua Barat Daya kepada seluruh peserta agar tidak semata-mata mengejar gelar juara, melainkan menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

"Kualitas menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an itulah yang harus melekat dalam diri setiap peserta. Itulah yang menjadi bekal utama dalam kehidupan," katanya.

Ia berharap seluruh peserta MTQ dapat menjadi duta Al-Qur'an yang menginspirasi masyarakat untuk mencintai ilmu, menjaga persatuan, bekerja keras, dan membangun ekonomi umat berdasarkan kejujuran, amanah, serta profesionalisme.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....