Mark Erdmann: Ayo Selamatkan Raja Ampat lewat Inisiatif 'Raja Selamanya'

  • 01 Jul 2026 17:23 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Peneliti dan pemerhati konservasi laut Raja Ampat, , mengajak seluruh masyarakat adat, pemerintah, dan para pemangku kepentingan untuk bersatu menyelamatkan Raja Ampat melalui sebuah gerakan baru bertajuk “Raja Selamanya”.

Mark Erdmann Penelii Raja Ampat, mengatakan bahwa Raja Ampat yang selama ini dicintai banyak orang kembali menghadapi berbagai ancaman serius. Karena itu, diperlukan langkah besar dan kebijakan berani untuk memastikan Raja Ampat tetap menjadi sumber kehidupan masyarakat, menjaga ketahanan pangan masyarakat adat, serta menjadi motor penggerak ekonomi berkelanjutan.

“Dalam tiga hari ini kita akan membahas apa yang harus dilakukan jika kita benar-benar ingin menyelamatkan Raja Ampat untuk selamanya,” ujar Mark Selasa 30 Juni 2026.

Ia mengingatkan bahwa sekitar 30 tahun lalu, Raja Ampat juga pernah berada dalam kondisi terancam. Saat itu, ancaman utama datang dari praktik penangkapan ikan yang tidak bertanggung jawab oleh kapal-kapal dari luar daerah maupun luar negeri, seperti dari Filipina dan Thailand. Berbagai metode penangkapan destruktif, termasuk penggunaan bius, kompresor, dan alat tangkap yang merusak, menyebabkan populasi ikan dan ekosistem laut mengalami tekanan besar.

Menurut Mark, pada tahun 2003 masyarakat adat dari seluruh Raja Ampat bersama para pemimpin lokal berkumpul dan mendeklarasikan penolakan terhadap praktik-praktik perusakan tersebut. Mereka kemudian membentuk jaringan kawasan konservasi laut yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat adat, termasuk menentukan zonasi, peraturan, dan sistem pengawasan.

“Visi yang dibangun masyarakat adat pada tahun 2003 terbukti berhasil. Raja Ampat berhasil diselamatkan. Populasi hiu kembali meningkat, ikan-ikan karang bertambah, dan pengelolaan kawasan ini diakui secara nasional maupun internasional,” katanya.

Namun, ia menegaskan bahwa saat ini Raja Ampat kembali menghadapi tantangan baru. Selain praktik penangkapan ikan ilegal yang masih terjadi meski telah berkurang, ancaman lain datang dari aktivitas pertambangan dan perkembangan pariwisata yang tidak terkendali.

Lokakarya “Raja Selamanya”..(RRI/REN).

Mark menyoroti ironi di balik meningkatnya permintaan mineral untuk mendukung energi hijau atau green energy. Menurutnya, eksploitasi tambang yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan baterai kendaraan listrik dan teknologi energi terbarukan justru berpotensi merusak lingkungan dan ekosistem Raja Ampat.

Di sisi lain, sektor pariwisata yang sebelumnya dianggap sebagai solusi ekonomi berkelanjutan kini juga mulai menimbulkan persoalan baru, seperti sampah plastik, pencemaran, limbah, serta kerusakan lingkungan akibat meningkatnya aktivitas wisata.

Meski demikian, Mark tetap optimistis Raja Ampat dapat kembali diselamatkan apabila seluruh pihak bergerak bersama.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah lembaga dan pihak internasional telah menunjukkan perhatian besar terhadap masa depan Raja Ampat dan siap mendukung pendanaan berbagai upaya konservasi. Namun, para donor ingin melihat terlebih dahulu komitmen nyata dari masyarakat adat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan mengenai arah pembangunan dan konservasi Raja Ampat dalam jangka panjang.

“Mereka ingin melihat visi 25 hingga 50 tahun ke depan. Jika visi itu ada dan didukung bersama, mereka siap membantu mendanai upaya penyelamatan Raja Ampat,” ujarnya.

Melalui inisiatif Raja Selamanya, Mark Erdmann berharap lahir sebuah gerakan bersama yang mampu menjamin kelestarian Raja Ampat untuk generasi mendatang.

“Marilah kita bergabung dan membangun inisiatif baru ini, agar Raja Ampat benar-benar tetap lestari dan menjadi warisan bagi anak cucu kita,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....