Disperindag PBD Latih Mama Papua Olah Sagu Jadi Produk Bernilai Ekonomi
- 25 Jun 2026 19:41 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Papua Barat Daya, melatih 26 mama-mama Papua dalam Kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi para pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) di Aimas Hotel, Kamis 25 Juni 2026.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat Daya, Sellvyana Sangkek, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang didanai melalui kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) Papua.
"Komoditas lokal di sini adalah sagu. Sagu merupakan salah satu komoditas unggulan, ikon, dan potensi pangan lokal yang dimiliki seluruh tanah Papua, khususnya Papua Barat Daya. Potensi ini sangat besar sehingga perlu terus dikembangkan," ujar Sellvyana.
Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelaku usaha agar mampu mengembangkan produk olahan sagu yang selama ini masih dijual secara sederhana dan konvensional menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
"Kami berharap para peserta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru sehingga pangan lokal yang selama ini dijual secara sederhana bisa dikembangkan menjadi komoditas yang berkelanjutan dan memiliki akses pasar," katanya.
Ia menjelaskan, selama ini sagu lebih dikenal sebagai bahan baku pembuatan papeda, sagu lempeng, dan sinoli. Namun, melalui inovasi dan pengembangan industri rumah tangga (home industry), sagu dapat diolah menjadi berbagai produk pangan modern yang bernilai ekonomi tinggi.
"Bukan hanya papeda atau sagu lempeng. Sagu juga bisa diolah menjadi kerupuk sagu, bakso sagu, roti berbahan sagu, aneka kue, dan produk pangan lainnya. Ini merupakan inovasi baru dari bahan mentah sagu yang perlu terus dikembangkan," ujarnya.
Sellvyana menambahkan, pengembangan produk olahan sagu juga menjadi peluang besar dalam mendukung sektor pariwisata. Menurutnya, wisatawan yang datang ke Papua Barat Daya tentu ingin menikmati makanan khas daerah yang telah dikemas secara modern dan menarik.
"Orang-orang dari berbagai daerah datang ke Papua dan ingin melihat seperti apa makanan khas lokal kita. Melalui industri berbasis home industry yang dimodifikasi dengan inovasi, produk sagu bisa menjadi oleh-oleh dan makanan khas yang dapat dinikmati wisatawan," katanya.
Melalui pelatihan ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat Daya, berharap mama-mama Papua mampu mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus memperkuat eksistensi sagu sebagai komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing di pasar regional maupun nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....