Peneliti Temukan 200 Situs Prasejarah di Pulau Waigeo Raja Ampat
- 22 Jun 2026 21:34 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Raja Ampat - Antropolog Balai Pelestararian Kebudayaan Papua Barat Daya, Abdul Razak Macap menyebutkan bahwa ada sebanyak 200 situs prasejarah di wilayah Pulau Waigeo, Kabupaten Raja Ampat. Situs yang ditemukan antara lain lukisan cadas atau rock arts, gerabah, keramik, dan sisa arang.
Hal tersebut disampaikan Abdul Razak yang juga merupakan pamong budaya saat kunjungan ke Kabupaten Raja Ampat. Abdul Razak menyampaikan bahwa ada penemuan yang usianya antara 50 ribu hingga 55 ribu tahun berupa sisa arang yang digunakan manusia pada masa lampau. Sisa arang ini ditemukan di Goa Mololo, Distrik Teluk Mayalibit, Raja Ampat, di kedalaman dua meter di dalam tanah.
"Saat melakukan penelitian di dalam goa tersebut dan dilalukan ekskavasi pada kedalaman dua meter, ditemukan sisa-sisa arang. Dan setelah diteliti kembali, diketahui bahwa arang ini sudah berusia antara 50 ribu hingga 55 ribu tahun," katanya kepada RRI, 8 Juni 2026.
Untuk lukisan cadas, kata Abdul Razak, ditemukan di beberapa lokasi di Pulau Waigeo, seperti di Teluk Kabui, Asukweri Abidon, Lopintol, Warimak, Pulai Beo, dan Arawai, Pulau Fef. Di Teluk Mayalibit dan Teluk Kabui terdapat beberapa lokasi yang ditemukan situs purbakala.
"Di Teluk Kabui ada lima titik gambar cadas dan pekeburuan sekunder. Ada Gambar cadas yang ditemukan di danding-dinding goa berupa gambar perahu ada gambar simbol tiga jari. Hingga kini usia gambar cadas di goa dan artinya belum diteliti lebih lanjut," kata dia.
Antropolog lulusan Universitas Cenderawasih ini mengimbau dan mengajak agar masyarakat sekitar situs-situs sejarah tersebut untuk menjaga dan jangan melakukan perusakan. Pasalnya lokasi situs yang dekat dengan perkampungan terancam dengan aksi vandalisme oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan bisa merusak nilai sejarah penting para leluhur.
Abdul Razak menambahkan bahwa temuan soal gambar cadas dan gerabah prasejarah ini semakin membuat menarik posisi Raja Ampat untuk penelitian lebih lanjut terkait teori migrasi manusia modern. Orang Raja Ampat harus bangga karena menghuni wilayah yang kaya akan nilai prasejarah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....