Julian Kelly Kambu Ajak Warga Pertahankan Lahan Sagu untuk Generasi Mendatang
- 21 Jun 2026 14:06 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, ST., M.Si., mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan mempertahankan lahan sagu sebagai sumber pangan strategis bagi generasi masa depan.
Ajakan tersebut disampaikannya saat berdialog dengan masyarakat di Kampung Seget.
Menurut Julian, dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang semakin serius, mulai dari polusi, hilangnya keanekaragaman hayati hingga perubahan iklim. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan sumber pangan di masa mendatang.
Ia menjelaskan, pencemaran lingkungan yang terjadi di berbagai wilayah telah berdampak pada ekosistem alam.
Selain itu, sejumlah spesies ikan, kepiting dan udang berisiko mengalami penurunan populasi akibat perubahan kondisi lingkungan yang semakin ekstrem.
“Krisis lingkungan itu satu, polusi. Udara tercemar, laut tercemar, air tercemar. Kemudian hilangnya keanekaragaman hayati dan perubahan iklim. Sebagian ikan, kepiting dan udang bisa hilang karena kondisi bumi yang semakin panas,” kata Julian.
Ia menilai, di tengah ancaman perubahan iklim tersebut, keberadaan sagu memiliki peran penting sebagai sumber pangan yang dapat diandalkan oleh masyarakat Papua.
Bahkan, menurutnya, sagu bukan hanya penting bagi generasi saat ini, tetapi juga bagi anak cucu di masa yang akan datang.
“Sagu itu makanan masa depan. Bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk anak-anak dan cucu-cucu kita. Mungkin sekarang ada yang menganggap sagu tidak penting, tetapi beberapa puluh tahun ke depan sagu bisa menjadi jaminan pangan yang sangat berharga,” ujarnya.
Julian mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergoda untuk mengalihfungsikan atau melepas lahan sagu demi keuntungan jangka pendek.
Ia menegaskan bahwa nilai sagu akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan pangan dan berkembangnya teknologi pengolahan hasil sagu.
Menurutnya, saat ini berbagai inovasi terus dikembangkan untuk mengolah sagu menjadi beragam produk pangan, mulai dari beras sagu, tepung sagu hingga berbagai jenis makanan olahan lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Sagu ini harus kita jaga. Jangan sampai karena ada tawaran-tawaran yang menguntungkan di depan mata, kita justru melupakan kekayaan yang sudah Tuhan berikan kepada kita.
Sagu akan menjadi salah satu sumber pangan penting di masa depan,” katanya.
Selain sebagai sumber pangan, Julian juga menyoroti potensi ekonomi yang dimiliki oleh limbah ampas sagu. Selama ini ampas sagu sering dianggap tidak memiliki nilai dan hanya dibuang begitu saja setelah proses pengolahan.
Padahal, lanjutnya, ampas sagu dapat dimanfaatkan untuk budidaya maggot yang kemudian menjadi pakan alternatif bagi ikan, ayam dan bebek. Kotoran maggot juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang bernilai ekonomi.
Ia bahkan mencontohkan pengalaman pribadinya yang memanfaatkan ampas sagu sebagai media budidaya maggot untuk pakan ikan koi. Cara tersebut dinilai mampu menekan biaya pembelian pakan yang selama ini cukup tinggi.
Tidak hanya itu, ampas sagu juga dapat digunakan sebagai media budidaya jamur tiram yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
Menurut Julian, peluang usaha tersebut dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat kampung yang memiliki akses terhadap bahan baku ampas sagu dalam jumlah melimpah.
Untuk mendukung pengembangan potensi tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berencana memperkenalkan teknologi budidaya maggot dan jamur kepada masyarakat melalui kegiatan pendampingan dan kunjungan belajar ke lokasi produksi yang telah berjalan di Sorong.
Julian berharap masyarakat tetap menjaga keberadaan hutan dan lahan sagu sebagai warisan yang memiliki manfaat besar bagi ketahanan pangan, lingkungan dan perekonomian masyarakat Papua Barat Daya.
“Tuhan sudah memberikan pohon sagu kepada kita. Karena itu mari kita jaga bersama. Bukan hanya untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga untuk generasi-generasi yang akan datang,” ucap Kelly.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....