Kebutuhan 600 Kantong per Bulan, Stok Darah di Papua Barat Daya Masih Defisit
- 20 Jun 2026 17:15 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sorong, mengungkapkan kebutuhan darah di Papua Barat Daya hingga saat ini masih belum dapat terpenuhi secara optimal. Tingginya kebutuhan transfusi darah di rumah sakit belum sebanding dengan jumlah pendonor aktif yang tersedia.
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sorong dr. Augustinus Luthe, mengatakan bahwa dengan jumlah penduduk Papua Barat Daya yang mencapai sekitar 630 ribu jiwa, idealnya terdapat sekitar dua persen penduduk atau sekitar 12 ribu orang yang aktif menjadi pendonor darah.
Namun hingga saat ini jumlah pendonor aktif yang tercatat baru sekitar 1.600 orang.
“Target pendonor untuk Papua Barat Daya sekitar 12 ribu orang, tetapi data yang ada saat ini baru sekitar 1.600 pendonor. Karena itu kebutuhan darah tidak pernah benar-benar terpenuhi,” ujarnya data diwawancarai, Sabtu 20 Juni 2026.
Ia menjelaskan, darah merupakan kebutuhan medis yang tidak dapat digantikan oleh bahan lain sehingga ketersediaannya sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam mendonorkan darah secara sukarela.
Saat ini kebutuhan darah di Papua Barat Daya mencapai sekitar 600 kantong per bulan. Namun jumlah yang dapat dipenuhi saat ini baru sekitar 80 persen dari total kebutuhan.
“Target kebutuhan darah sekitar 600 kantong setiap bulan. Yang terpenuhi saat ini baru sekitar 80 persen dan stok itu pun sangat cepat habis,” katanya.
PMI mencatat setiap hari sedikitnya 10 hingga 20 kantong darah harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan pasien di rumah sakit yang tersebar di Papua Barat Daya.
Karena itu, Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sorong, mengajak masyarakat untuk lebih aktif menjadi pendonor darah guna membantu memenuhi kebutuhan darah yang terus meningkat setiap tahunnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....