Gubernur Elisa Kambu Ajak Gembala GBI Tinggalkan Ego dan Perkuat Persatuan

  • 20 Jun 2026 05:52 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengajak para gembala Gereja Bethel Indonesia (GBI) untuk mengesampingkan ego pribadi dan memperkuat persatuan dalam pelayanan demi kemajuan gereja dan kesejahteraan umat.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka Sidang Musyawarah Daerah (Musda) Khusus Gembala GBI Papua Barat Daya di Vega Prime Hotel, Sorong, Kamis 18 Juni 2026.

Menurutnya, persatuan para pemimpin gereja menjadi fondasi penting dalam membangun pelayanan yang kuat dan berdampak bagi masyarakat.

Elisa Kambu menegaskan bahwa forum Musda harus dimaknai sebagai wadah untuk mencari solusi terbaik bagi gereja, bukan sebagai ajang persaingan maupun kepentingan kelompok tertentu.

Ia mengingatkan seluruh peserta agar mengutamakan kepentingan pelayanan dibandingkan kepentingan pribadi.

“Forum ini bukan untuk menunjukkan siapa yang paling hebat. Kita datang untuk mencari apa yang terbaik bagi gereja dan bagaimana membawa pelayanan menjadi lebih baik ke depan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para pemimpin gereja untuk menjaga hubungan yang harmonis satu sama lain.

Menurutnya, perpecahan di tingkat pemimpin akan berdampak pada kehidupan jemaat, sedangkan persatuan akan menjadi teladan yang baik bagi umat.

“Kalau pemimpinnya bersatu, jemaat akan kuat. Kalau pemimpinnya saling mendukung, gereja akan bertumbuh,” kata Elisa Kambu.

Selain itu, Gubernur mengajak para gembala untuk menjauhkan diri dari sikap saling menjatuhkan, fitnah, maupun kebencian yang dapat menghambat pertumbuhan gereja.

Ia menilai seorang pemimpin gereja harus mampu menunjukkan kedewasaan dalam berpikir dan bertindak.

“Kalau mau gereja menjadi besar, para pemimpinnya harus besar terlebih dahulu.

Tidak boleh ada fitnah, tidak boleh ada kebencian, dan tidak boleh ada persaingan yang merusak di antara kita,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Musda Khusus Gembala GBI Papua Barat Daya, Pdt. Judifia Menora, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 76 gembala dari berbagai daerah di Papua Barat Daya.

Musda dilaksanakan untuk mengevaluasi pelayanan sepanjang tahun 2025–2026 sekaligus menyusun program kerja periode 2026–2027.

“Ini momentum penting bagi kami untuk melihat apa yang sudah dikerjakan dan apa yang perlu ditingkatkan dalam pelayanan ke depan,” ujar Pdt. Judifia.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sebesar Rp200 juta dan Pemerintah Kota Sorong sebesar Rp100 juta, serta partisipasi dari gereja-gereja dan para gembala.

Melalui Musda Khusus tersebut, para peserta diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang memperkuat pelayanan gereja sekaligus mempererat persatuan para pemimpin gereja di Papua Barat Daya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....