Raja Ampat Perkuat Program Mangrove dan Pengelolaan Sampah Dukung Aksi Iklim

  • 15 Jun 2026 17:43 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat terus memperkuat berbagai program pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Raja Ampat, Adam Malik mengatakan salah satu fokus utama saat ini adalah pengelolaan sampah plastik serta perlindungan ekosistem pesisir yang berperan penting dalam menyerap karbon atau dikenal sebagai blue carbon.

Menurutnya, pemerintah daerah telah menginstruksikan seluruh pelaku usaha wisata untuk ikut berpartisipasi dalam pengurangan sampah dengan membawa kembali sampah plastik dari kawasan wisata ke Kota Waisai untuk dikelola.

"Kami meminta setiap pelaku usaha wisata yang mengantar atau menjemput tamu di Waisai agar membawa sampah plastik dari lokasi usaha mereka. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan dan dikelola di Waisai," katanya.

Adam menjelaskan, Kebijakan tersebut telah mulai menunjukkan hasil. Dalam salah satu aksi lingkungan yang dilakukan di kawasan Waisai, pemerintah bersama berbagai pihak berhasil mengumpulkan sekitar 600 kilogram sampah plastik untuk dikelola lebih lanjut.

Selain pengelolaan sampah, pemerintah daerah juga memperkuat perlindungan ekosistem mangrove yang memiliki fungsi penting sebagai penyerap karbon alami sekaligus penyangga kawasan pesisir.

"Beberapa kelompok masyarakat telah dibentuk di beberapa kampung seperti Polei, Friwen, dan sejumlah wilayah pesisir Waigeo untuk menjadi ujung tombak pelestarian mangrove," katanya.

Kelompok-kelompok tersebut tidak hanya bertugas menjaga kawasan mangrove, tetapi juga melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ekosistem pesisir bagi lingkungan dan kehidupan ekonomi warga.

Pemanfaatan mangrove juga mulai dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Beberapa kelompok masyarakat telah melakukan inovasi dengan mengolah buah mangrove menjadi tepung, sirup, hingga produk minuman yang menyerupai kopi.

"Pelestarian lingkungan harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu kami mendorong pemanfaatan mangrove secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistem yang ada," ujarnya.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap upaya menjaga lingkungan dan menghadapi perubahan iklim dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan sektor pariwisata yang menjadi andalan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....