UNESCO akan Revalidasi Status Global Geopark Raja Ampat Mulai 18 Agustus 2026
- 13 Jun 2026 06:54 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Raja Ampat - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mematangkan persiapan evaluasi ulang atau revalidasi status UNESCO Global Geopark. Persiapan revalidasi ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam di Aula Wayag, Jumat, 12 Juni 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Klasina Rumbekwan mengatakan Tim UNESCO yang akan melakukan penilaian atau menjadi evaluator adalah Chen Fang dari Cina dan Atsuko Niiina dari Jepang. Tim akan melakukan kunjungan ke kawasan Geopark Raja Ampat untuk melihat kelayakan status UNESCO Global Geopark pada 18-22 Agustus 2026.
"Tahun ini yang akan menjadi fokus penilaian adalah Geopark Raja Ampat di wilayah Misool. Evaluator tiba pada 18 Agustus dan dilanjutkan dengan pertemuan bersama pemerintah daerah serta berkunjung ke Pusat Informasi Geopark Waisai, kemudian meninjau sejumlah destinasi geotrail," kata Klasina.
Menurut Klasina, Raja Ampat diusulkan menjadi UNESCO Global Geopark pada tahun 2021 dan kemudian dilakukan evaluasi tahun 2022. Raja Ampat mendapat status UNESCO Global Geopark pada tahun 2023, kemudian setiap empat tahun dilakukan revalidasi untuk melihat apakah wilayah geopark di Raja Ampat mendapat green card atau yellow card.
Klasina menambahkan ada sejumlah rekomendasi UNESCO yang telah dilakukan oleh Dispar dan Pemerintah Kabupaten. Namun, masih ada sejumlah catatan yang perlu ditindaklanjuti, seperti MoU dengan sejumlah perguruan tinggi di Sorong Raya dan Baperida Papua Barat Daya.
Ia juga mengatakan Raja Ampat merupakan geopark terluas di dunia 36.660 kilometer persegi dengan jumlah 2.929 pulau. Di wilayah geopark juga terdapat keunikan batu tertua di dunia yang usainya 450 juta tahun atau seper sepuluh usia bumi yang ditemukan di Aduwey.
Bupati Raja Ampat Orideko Burdam berharap status UNESCO Global Geopark bisa dipertahankan atau bahkan bisa ditingkatkan untuk mendapat penilaian yang lebih baik. Mempertahan status UNESCO ini sebagai bagian dari upaya untuk menjaga wilayah konservasi di Raja Ampat agar tetap lestari untuk generasi mendatang.
Bupati meminta sejumlah OPD untuk mendukung persiapan revalidasi termasuk berkordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah provinsi Papua Barat Daya. Pihaknya juga sudah menemui sejumlah tetua adat guna meminta dukungan dan bersama-sama menjaga wilayah konservasi demi mendukung penilaian ulang status UNESCO Global Geopark.
Rakor revalidasi Geopark Raja Ampat juga dihadiri Kepala BLUD UPTD Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat Hasan Makassar, Kepala Prodi Ekowisata Universitas Papua Novelina Tampubolon, dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....