Bulog Pantau harga dan stok pangan di Kota Sorong

  • 10 Jun 2026 11:21 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Perum Bulog Kantor Wilayah Papua memantau langsung ketersediaan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng rakyat Minyakita di Kota Sorong, Papua Barat Daya khususnya di Pasar Bersama Remu, Senin 8 Juni 2026.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng rakyat Minyakita berjalan lancar dan tersedia di kios-kios pengecer.

“Hasil pemantauan menunjukkan stok beras SPHP dan Minyakita masih tersedia dengan baik di sejumlah kios. Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan kedua komoditas tersebut dalam kondisi aman,” ujarnya

Menurut Ahmad, Bulog secara rutin memantau kondisi stok di gudang sebelum mendistribusikannya ke pasar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan, terutama di wilayah Papua yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Ia menegaskan, ketersediaan stok pangan menjadi prioritas utama Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.

“Kami memastikan stok beras SPHP dan Minyakita di gudang Bulog lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan,” katanya.

Pemantauan oleh tim Bulog dan Pemkot Sorong

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Sorong, Riyadi Muslim, menjelaskan bahwa saat ini Bulog Sorong memiliki cadangan beras sebanyak 3.164 ton. Dalam waktu dekat, jumlah tersebut akan bertambah dengan masuknya pasokan baru sekitar 1.500 ton.

“Dengan stok yang ada saat ini dan tambahan pasokan yang segera datang, kebutuhan beras masyarakat diperkirakan dapat terpenuhi hingga empat bulan ke depan,” jelasnya.

Selain beras, Bulog Sorong juga menyiapkan stok Minyakita sebanyak 36 ribu liter yang siap disalurkan melalui pasar tradisional, program stabilisasi pangan, hingga jaringan pengecer yang menjadi mitra Bulog.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, Bulog memastikan harga jual kedua komoditas tersebut tetap sesuai ketentuan pemerintah.

Beras SPHP dijual dengan harga berkisar Rp63 ribu hingga Rp65 ribu per kemasan, sementara Minyakita dipasarkan seharga Rp15.700 per liter.

“Komitmen kami adalah menjaga harga tetap stabil dan terjangkau sehingga masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah,” ujar Riyadi.

Sepanjang tahun 2026, Bulog Cabang Sorong tercatat telah menyalurkan lebih dari 1.000 ton beras SPHP melalui 188 mitra yang tersebar di empat kabupaten wilayah kerjanya. Untuk Minyakita, distribusi telah mencapai lebih dari 10 kontainer yang disalurkan melalui pasar murah, program stabilisasi harga, dan outlet binaan.

Bulog memastikan distribusi pangan akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga ketersediaan barang dan mengantisipasi gejolak harga di pasaran.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Bulog menjamin pasokan beras dan minyak goreng akan terus tersedia melalui mekanisme pengisian stok secara berkala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....