DPPLH Sorong Latih Masyarakat Adat Olah Sampah Organik Jadi Eco-Enzyme
- 05 Jun 2026 09:13 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPPLH) Kota Sorong melatih 55 peserta dari masyarakat hukum adat membuat eco-enzyme, sebagai upaya mengurangi sampah organik rumah tangga sekaligus mendukung pelestarian lingkungan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gereja GBAI Kota Sorong, Rabu 3 Juni 2026, dibuka Kepala Dinas DPPLH Kota Sorong, Corina Mansawan, yang diwakili Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Ivon Kalami, S.Sos. Pembukaan ditandai dengan penabuhan tifa bersama.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Eco-Enzyme Nusantara Wilayah Papua Barat Daya. Para peserta dibekali pengetahuan dan praktik mengolah limbah dapur menjadi eco-enzyme, yakni cairan hasil fermentasi yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk tanaman, hingga pengendali hama.
Dalam sambutannya, Ivon Kalami mengatakan sebagian besar sampah rumah tangga berupa limbah organik yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menghasilkan gas metana, salah satu penyebab pemanasan global.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat melihat bahwa sampah tidak selalu menjadi masalah. Dengan pengolahan yang tepat, limbah dapur dapat memberikan manfaat bagi lingkungan maupun kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Selain pelatihan eco-enzyme, DPPLH Kota Sorong juga menyerahkan bibit tanaman kepada peserta. Bibit yang dibagikan terdiri dari jambu kristal, mangga madu, dan rambutan untuk ditanam di lingkungan masing-masing.
Ivon menjelaskan pembagian bibit tanaman merupakan bagian dari langkah nyata pemerintah dalam mendukung pencegahan pemanasan global yang dampaknya mulai dirasakan melalui cuaca yang semakin panas dan tidak menentu.
“Melalui penanaman pohon, kita tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan kehidupan bagi berbagai makhluk hidup.
Pohon yang tumbuh akan menjadi sumber oksigen, tempat hidup satwa, serta memberikan manfaat bagi manusia dalam menjaga kualitas udara dan keseimbangan ekosistem,” katanya.
Ia menambahkan edukasi lingkungan perlu diikuti dengan tindakan nyata. Karena itu, pelatihan pengolahan sampah organik dan pembagian bibit tanaman diharapkan mampu mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan penghijauan lingkungan.
“Kegiatan ini merupakan langkah positif untuk membangun kesadaran bersama dalam mencintai dan menjaga lingkungan.
Melalui aksi sederhana seperti mengolah sampah organik dan menanam pohon, kita telah berkontribusi dalam menjaga bumi untuk generasi yang akan datang,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....