Dispar Raja Ampat Bantah Ada Penipuan Pungutan Masuk terhadap Wisatawan Asing

  • 02 Jun 2026 06:56 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Raja Ampat - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat Klasina Rumbekwan membantah adanya penipuan tarif masuk bagi wisatawan asing yang sempat viral di media sosial. Pihaknya memastikan bahwa pungutan kepada wisatawan yang masuk ke Raja Ampat resmi sesuai dengan aturan yang yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Klasina menilai ada kesalahan informasi yang diterima wisatawan asing yang masuk ke Raja Ampat dengan menggunakan jasa perjalanan wisata. Turis tersebut tidak mendapatkan informasi yang utuh dari pihak ketiga yang mendampingi sehingga merasa ada pungutan ganda. "Ini masalah Miss komunikasi antara wisatawan dengan agen perjalanan wisata atau guide. Biasnya pihak agen sudah menjelaskan tentang tarif masuk ke Raja Ampat," kata Klasina, Senin, 1 Juni 2026.

Klasina menjelaksan bahwa tarif yang dibayar di Pelabuhan Sorong dan Pelabuhan Waisai adalah resmi dari pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Wisatawan membayar tarif di Sorong yang dikelola BLUD UPTD Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat, di bawah Pemerintah Provinsi. Sementara di Pelabuhan Waisai juga dikenakan retribusi masuk yang dikelola oleh UPTD Dinas Pariwisata Raja Ampat.

Klasina menilai pungutan tersebut berlaku untuk semua wisatawan yang masuk ke Raja Ampat. Semua turis, terutama dari mancanegara sudah mengetahui adanya pungutan tersebut dan bersedia membayar sesuai dengan tarif yang berlaku. Pungutan ini juga sudah lama berlaku dan telah diketahui oleh banyak agen perjalanan wisata maupun turis.

Retribusi yang dipungut di Pelabuhan Waisai oleh Dinas Pariwisata sebesar Rp1 juta untuk wisatawan asing dan Rp300 ribu bagi wisatawan domestik. Sementara tarif jasa lingkungan BLUD sebesar Rp700 ribu dan direncanakan akan naik menjadi Rp1 juta. Namun, Kadispar belum bisa memastikan jadwal kenaikan tarif akan diterapkan karena menjadi kewenangan provinsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....