Wabup Yohan Bodory Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Makodim 1807 Sorsel

  • 01 Jun 2026 18:36 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Teminabuan - Memperingati hari lahir Pancasila, pemerintah Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel), Papua Barat Daya melaksanakan upacara bendera di Makodim 1807 Sorong Selatan. Senin, 1 Juni 2026. Bertindak selaku inspektur upacara, Wakil Bupati (Wabup) Sorong Selatan Yohan Bodory.

Saat membacakan pidato tertulisn Kepala BPIP, Wabup menyampaikan, Hari Lahir Pancasila sebagai momen refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala didalam hati masyarakat Indonesia. "Hari ini 1 Juni kita berdiri diatas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Tema yang diusung dalam peringatan tahun 2026 adalah, 'Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia'," kata Wabup Yohan Bodory.

Yohan Bodory mengatakan, nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi. Pancasila juga merupakan bintang penuntun yang mampu membuktikan ketangguhannya.

"Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata. Indonesia raya bukanlah mimpi kosong, namun kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan," ujarnya.

Yohan melanjutkan, generasi muda sebagai penjaga masa depan untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dan tidak membiarkan nilai-nilai luhur hanya menjadi hiasan. "Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil dan tidak membiarkan ada masyarakat yang merasa ditinggalkan," ucapnya.

Dengan berbagai keberagaman yang terdiri dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan, Pancasila ada sebagai 'jangkar moral' menghadapi persoalan global mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

"Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat pembukaan undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....