Upacara Hari Lahir Pancasila di Raja Ampat, Singgung Kebijakan Publik Berkeadilan

  • 01 Jun 2026 13:09 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Raja Ampat - Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di lapangan apel Kantor Bupati, Senin, 1 Juni 2026. Upacara diikuti ratusan aparatur sipil negara, personel TNI dan Polri, serta pelajar dan mahasiswa.

Turut hadir dalam upacara ini Wakil Ketua III DPRK Raja Ampat Badarudin Mayalibit, Komandan Kodim 1805 Letkol Inf Syahrul Usman, Kapolres AKBP Jems Oktavianus Tegai, Komandan Yonif TP 863 Letkol Muhammad Junaidi, anggota DPRK serta pimpinan OPD. Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Dalam amanatnya, Bupati Orideko membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Bupati menilai memperingati Hari Lahir Pancasila lebih dari sekadar seremoni tahunan, tapi sebagai momentum refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila, tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

"Pancasila adalah 'bintang penuntun' yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik, dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah 'jangkar moral' kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik," ujar Bupati.

Menurut Bupati, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini, hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks buku sejarah.

Dengan Pancasila, kata Bupati, semua pemimpin diingatkan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan publik yang lahir harus berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Semua pihak harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita.

Bupati mengajak semua lapisan masyarakat untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan guna menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, dengan semangat persatuan yang kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya.

Upacara Hari Lahir Pancasila diisi dengan pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan UUD RI Tahun 1945, serta doa bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....