Akademisi Unamin Sorong Ingatkan Jaga Privasi dan Selektif Konsumsi Konten
- 26 Mei 2026 12:45 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Akademisi Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan menjaga data pribadi di ruang digital.
Taufik Hidayat, dosen Informatika Unamin Sorong, menjelaskan bahwa kebiasaan pengguna internet yang tanpa sadar membagikan terlalu banyak informasi pribadi. Kondisi dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memproduksi konten negatif demi keuntungan ekonomi.
Menurutnya, perkembangan media sosial dan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi masyarakat untuk berekspresi dan memperoleh penghasilan. “Kita tidak bisa melarang orang membuat akun media sosial selama memenuhi aturan platform. Tetapi masalahnya adalah ketika akun digunakan untuk memproduksi konten negatif atau melakukan penipuan digital,” ujarnya.
Taufik menjelaskan, bahwa maraknya penggunaan teknologi deep fake untuk melakukan love scamming, yakni penipuan dengan pendekatan emosional melalui media sosial maupun aplikasi percakapan. “Sekarang ada pelaku yang memalsukan wajah dan suara menggunakan AI untuk menipu korban lewat video call maupun chat,” katanya.
Taufik menjelaskan, saat ini terdapat bahaya tautan digital yang disusupi malware maupun sistem peretasan. masyarakat sering kali tidak memahami risiko ketika mengklik tautan tertentu atau memberikan izin pelacakan data pada aplikasi. “Ketika kita mengizinkan aplikasi melakukan tracking, maka perangkat kita akan membaca kebiasaan kita. Dari situ muncul iklan dan rekomendasi yang sesuai dengan aktivitas pengguna,” jelasnya.
Ia mengatakan algoritma media sosial bekerja berdasarkan kebiasaan pengguna. Konten yang sering dilihat, disukai, atau dibagikan akan semakin sering muncul di beranda. “Kalau seseorang sering membuka konten tertentu, maka algoritma akan terus merekomendasikan konten serupa,” ujarnya.
Taufik mengajak masyarakat untuk lebih selektif memilih konten yang dikonsumsi, dan akun yang diikuti di media sosial. Ia mengingatkan pentingnya menjaga privasi di media sosial. Banyak pengguna tidak sadar bahwa informasi yang dibagikan secara terbuka dapat dimanfaatkan pihak lain. “Orang sering marah kalau foto KTP disebarkan, tetapi tanpa sadar mereka membagikan lokasi, keluarga, hingga aktivitas sehari-hari di media sosial,” ujarnya.
Menurutnya, literasi digital menjadi kunci utama untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat. Ia menilai masyarakat perlu memahami keamanan digital, privasi data, hingga cara mengenali hoaks dan penipuan daring. “Teknologi akan terus berkembang. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memahami risiko dan menggunakan teknologi secara bijak,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....