Peternak Lokal Keluhkan Masuknya Sapi dari Luar Papua Barat Daya
- 21 Mei 2026 10:39 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Peternak sapi lokal di Papua Barat Daya mengeluhkan menurunnya minat pembeli menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Kondisi itu disebut dipengaruhi masuknya sapi dari luar daerah yang membuat penjualan sapi lokal menurun drastis.
Peternak sapi asal kabupaten Sorong Mulyono, mengatakan saat ini dirinya memelihara sekitar 35 ekor sapi. Namun hingga mendekati Idul Adha, penjualan hewan kurban belum sesuai harapan.
“Sekarang saya baru mengeluarkan tujuh ekor saja. Tahun-tahun sebelumnya bisa sampai 25 sampai 30 ekor,” ujarnya.
Mulyono menjelakan, bahwa penurunan penjualan terjadi karena banyak sapi dari luar Papua Barat Daya masuk menjelang musim kurban. Akibatnya, persaingan harga semakin tinggi dan sapi lokal kurang diminati.
“Kalau tidak ada sapi dari luar datang, biasanya penjualan bagus. Boleh saja mendatangkan sapi dari luar, tapi jangan terlalu banyak dan jangan pas momen lebaran,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat memberi ruang lebih besar bagi peternak lokal agar usaha peternakan di daerah tetap berkembang.
“Kasih kesempatanlah untuk peternak lokal supaya peluang untuk beternak tetap ada,” ucapnya.
Mulyono menjelaskan sapi yang dipeliharanya terdiri dari beberapa jenis, seperti simental, limosin dan brahman. Untuk harga jual, sapi dibanderol mulai Rp17 juta hingga Rp25 juta tergantung ukuran dan jenisnya.
“Kisaran harga dari Rp17 juta sampai Rp25 juta. Yang paling mahal biasanya jenis simental,” katanya.
Ia menambahkan, sapi simental dengan bobot di atas 9 kuintal dapat dijual dengan harga sekitar Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram hidup.
Meski menghadapi tantangan pasar, para peternak di Papua Barat Daya tetap berharap permintaan hewan kurban meningkat menjelang Idul Adha sehingga penjualan sapi lokal kembali stabil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....