Kurangi Dampak Limbah Laut, DLH PBD Minta Pasar Ikan Jembatan Puri Miliki IPAL

  • 14 Mei 2026 10:41 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Papua Barat Daya meminta kawasan Pasar Ikan Jembatan Puri Kota Sorong segera memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), guna mengurangi dampak pencemaran laut akibat aktivitas pembuangan limbah ikan.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala DLH Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, usai menerima laporan masyarakat dan melakukan peninjauan langsung di kawasan pesisir sekitar pasar ikan.

Menurut Julian, pembangunan IPAL menjadi langkah penting agar limbah berupa darah ikan, sisa potongan ikan maupun air bekas aktivitas pasar tidak lagi dibuang langsung ke laut tanpa proses pengolahan.

“IPAL harus dibangun sehingga air limbah, darah ikan dan sisa potongan ikan sebelum sampai ke laut itu sudah diolah terlebih dahulu,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengelolaan limbah yang baik sangat diperlukan untuk menjaga kebersihan lingkungan pesisir sekaligus melindungi kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.

Saat melakukan peninjauan lapangan, pihak DLH Papua Barat Daya menemukan limbah ikan masih dibuang langsung ke laut. Bahkan sejumlah warga pesisir mengeluhkan kondisi lingkungan yang mulai tercemar.

Julian mengungkapkan, beberapa anak di kawasan pesisir mengaku mengalami gangguan kulit berupa gatal-gatal karena masih menggunakan air laut untuk mandi akibat keterbatasan akses air bersih.

“Kulit-kulit mereka itu gatal semua dan mereka tidak mendapatkan air bersih yang cukup. Ini masalah serius yang harus segera ditangani,” katanya.

Selain persoalan limbah pasar ikan, DLH Papua Barat Daya juga menyoroti aktivitas kapal yang bersandar di kawasan pelabuhan dan pasar ikan. Menurutnya, limbah oli maupun sampah kapal juga berpotensi mencemari laut apabila tidak diawasi dengan baik.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Sorong melalui dinas terkait, khususnya Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Lingkungan Hidup, memperkuat koordinasi dalam penataan kawasan pesisir dan pengelolaan limbah pasar ikan.

“Kita berharap pengelola pasar ikan bertanggung jawab mengelola limbah dengan baik demi anak cucu kita yang masih memanfaatkan laut sebagai tempat bermain, mandi dan rekreasi,” ucapnya.

Julian menambahkan, pengelolaan limbah yang baik tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga mencegah munculnya persoalan sosial maupun kesalahpahaman antara masyarakat dan pelaku usaha perikanan di kemudian hari.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....