Mabrur atau Mardud, Kenali Cirinya agar Tidak Menyesal
- 14 Mei 2026 10:26 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong Selatan – Ibadah haji bukan sekedar perjalanan fisik ke Tanah Suci, tapi merupakan taruhan spiritual antara Mabrur atau Mardud. Haji Mabrur adalah puncak impian setiap muslim, di mana ibadah diterima sepenuhnya oleh Allah SWT karena sesuai syarat dan dilakukan dengan ikhlas.
Sebaliknya, Haji Mardud adalah haji yang tertolak atau dikembalikan, sebuah kerugian besar bagi mereka yang sudah berkorban waktu dan biaya namun pulang dengan tangan hampa. Menggapai predikat mabrur adalah misi hidup mati, karena balasannya tidak lain adalah Surga dan trasformasi diri menjadi pribadi yang lebih mulia di mata Sang Pencipta.
Ciri-ciri haji yang diterima ( Mabrur) dapat terlihat dari perubahan sikap yang nyata, baik saat di Tanah Suci maupun sekembalinya ke tanah air. Rasulullah SAW menyebutkan tiga kunci utama yaitu Thayyibul Kalam santun dalam bertutur kata, Ifsya’us Salam,
Menebarkan kedamaian dan salam, serta Ith’amut Tha’am yaitu memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Seorang haji mabrur akan menjadi penyejuk bagi lingkungannya, tidak lagi kasar dalam berucap, sabar meski dalam kerumunan yang sesak, dan sangat ringan tangan dalam berbagi rejeki kepada sesama yang membutuhkan.
Hati-hati jangan sampai terjatuh dalam ciri- ciri Haji Mardud yang sangat merugikan. Haji ini ditolak biasanya karena niat yang tidak lurus, seperti hanya mengejar status sosial, riya, atau demi pujian semata . lebih parah lagi haji bisa menjadi mardud jika dibiayai dari harta yang haram, karena Allah itu Mahabaik dan hanya menerima yang baik.
Jika pakaian, makanan, dan bekal berasal dari jalan yang tidak diridhai, maka seruan “Labbaik” kita akan dijawab oleh malaikat dengan peringatan keras bahwa tidak ada kebahagiaan bagimu dan kembalilah dengan membawa dosa. Semoga Allah menjauhkan kita dari hal demikian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....