Pemprov Papua Barat Daya Bekali 16 OAP Pelatihan Perhotelan di Yogyakarta
- 14 Mei 2026 10:36 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral (Nakertrans ESDM) membekali 16 Orang Asli Papua (OAP) dengan keterampilan bidang perhotelan dan hospitality melalui program pelatihan berbasis kompetensi di Yogyakarta.
Program pelatihan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan LPK Reine Des Mers Culinary & Hospitality Training Center dan dibuka pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Nakertrans ESDM Papua Barat Daya, Suroso, S.IP., M.A., Kepala Dinas Nakertrans Provinsi DI Yogyakarta Arianto Wobowo, S.H., M.Hum., Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Yogyakarta, jajaran Yayasan Ratu Gapuraning Samudera (RGS), serta para instruktur hospitality.
Kepala Dinas Nakertrans ESDM Papua Barat Daya, Suroso, mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua Barat Daya, khususnya di sektor pariwisata dan perhotelan.
Menurutnya, Papua Barat Daya memiliki potensi wisata yang cukup besar sehingga perlu ditunjang tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan kemampuan pelayanan yang baik.
“Papua Barat Daya memiliki potensi wisata yang luar biasa, namun harus didukung kualitas pelayanan perhotelan yang baik. Karena itu kami ingin memastikan anak-anak Papua memiliki kompetensi yang mampu bersaing secara nasional,” ujarnya.
Ia berharap para peserta nantinya dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor perhotelan, khususnya di Kota Sorong dan wilayah Papua Barat Daya lainnya.
Sementara itu, perwakilan Yayasan RGS melalui LPK Reine Des Mers Culinary & Hospitality Training Center, Yohana Ika, menyatakan pihaknya siap memberikan pendampingan maksimal selama proses pelatihan berlangsung.
Menurutnya, Yogyakarta sebagai salah satu daerah tujuan wisata nasional dapat menjadi tempat belajar yang efektif bagi peserta dalam memahami dunia hospitality dan pelayanan hotel modern.
Pelatihan berlangsung selama 14 hari dengan materi meliputi Front Office, Housekeeping, hingga Food and Beverage Service. Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan pembekalan soft skills, etika pelayanan, serta standar operasional prosedur (SOP) perhotelan.
Di akhir pelatihan, seluruh peserta akan mengikuti sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) guna memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing SDM Papua Barat Daya sekaligus membuka peluang kerja baru bagi generasi muda OAP di industri pariwisata dan perhotelan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....