Yayasan Kasih Agape Sorong Pulangkan ODGJ Asal Manokwari

  • 12 Mei 2026 18:18 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Yayasan Kasih Agape Malaumsimsa (YKAM) Sorong terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan rehabilitasi bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Papua Barat Daya.

Ketua Yayasan Kasih Agape Malaumsimsa Sorong, Pdt. Orpa Osok, mengatakan pihaknya kini memulangkan seorang pasien ODGJ asal Manokwari, Papua Barat, setelah dinyatakan pulih usai menjalani rehabilitasi. “Kami bersyukur kepada Tuhan karena diberikan panggilan untuk melayani saudara-saudara kita yang mengalami gangguan jiwa. Mereka bukan masalah sosial, tetapi jiwa-jiwa yang Tuhan percayakan kepada kami,” ujar Pdt. Orpa Osok, Selasa 12 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pelayanan rehabilitasi yang dijalankan yayasan sejak tahun 2021 dilatarbelakangi berbagai persoalan sosial yang memicu gangguan kejiwaan, mulai dari penyalahgunaan narkoba, kasus perundungan, kekerasan dalam rumah tangga, hingga tekanan sosial lainnya.

Menurutnya, sejak berdiri, yayasan telah menangani sekitar 16 hingga 18 ODGJ dengan tingkat pemulihan yang berbeda-beda. “Ada yang pulih dalam waktu empat sampai enam bulan, ada juga yang membutuhkan waktu satu tahun bahkan lebih dari dua tahun,” katanya.

Pdt. Orpa menjelaskan, sebagian pasien yang telah pulih kini sudah kembali bekerja dan hidup normal bersama keluarga mereka. Saat ini, Yayasan Kasih Agape masih merawat tujuh pasien di Panti Rehabilitasi Putra dan Putri Kasih Agape.

Yayasan Kasih Agape, juga menyerahkan kembali seorang pasien perempuan berinisial JJ kepada keluarganya setelah dinyatakan sehat dan layak kembali ke lingkungan keluarga. Pasien yang diketahui berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) itu menjalani proses pemulihan melalui pendampingan karakter, kerohanian, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Yayasan bekerja sama dengan Puskesmas Malawei dan dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Sele Be Solu Sorong untuk memantau perkembangan pasien. “Hari ini kami melakukan berita acara pemulangan dan berharap keluarga menerima mereka kembali dengan kasih seperti sejak awal mereka dibesarkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Kasih Agape Malaumsimsa Sorong, Pdt. Roy Samson, menjelaskan keputusan pemulangan pasien sepenuhnya berdasarkan hasil pemeriksaan medis.

Menurutnya, yayasan melakukan penilaian internal terkait karakter dan kerohanian pasien, sedangkan aspek kesehatan ditentukan oleh tenaga medis. “Kami sudah melakukan pertemuan dengan pihak medis di puskesmas bersama suster, dan hasil pemeriksaan menjadi dasar penentuan apakah yang bersangkutan dapat dipulangkan atau tidak,” jelasnya.

Ia mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan pasien sudah stabil, Dengan hasil tersebut, pihak yayasan bersama tenaga kesehatan memutuskan pasien telah memenuhi syarat untuk dikembalikan kepada keluarga.

Pdt. Roy menambahkan, pihak yayasan kini tinggal melakukan koordinasi akhir dengan pihak puskesmas dan keluarga guna memastikan proses penjemputan berjalan lancar. Dirinya juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dan segera membawa mereka ke fasilitas rehabilitasi agar mendapatkan penanganan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....