Penutupan Seleksi Pantuhir Paskibraka 2026, Sekda Kota Sorong Tekankan Disiplin
- 12 Mei 2026 13:29 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Sekretaris Daerah Kota Sorong, Ruddy R. Laku menekankan pentingnya kesiapan mental, spiritual, disiplin, dan fisik bagi para calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.
Penegasan tersebut disampaikan saat menutup Pelaksanaan Seleksi Penentuan Akhir (Pantuhir) Calon Paskibraka Kota Sorong Tahun 2026, yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Sorong di Gedung Lambert Jitmau, Selasa, 12 Mei 2026.
Sekda Ruddy Laku menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh peserta seleksi yang telah mengikuti tahapan panjang hingga tahap penentuan akhir. Menurutnya, para peserta merupakan generasi muda terbaik yang siap mengemban tugas negara sebagai pengibar bendera merah putih pada upacara 17 Agustus 2026 mendatang.
Ditegaskannya, proses seleksi Paskibraka dilakukan secara ketat dan objektif, karena dibutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan mental, spiritual, serta kekuatan fisik untuk menjalankan tugas dengan baik. Dari ratusan peserta yang mengikuti seleksi, hanya peserta terbaik yang akan dipilih untuk bertugas.
“Yang terpilih nantinya harus menyadari bahwa mereka merupakan hasil dari proses seleksi yang ketat, dan menjadi yang terbaik untuk menjalankan tugas pengibaran bendera merah putih,” ujarnya
Meski demikian, ia meminta peserta yang belum lolos seleksi agar tidak berkecil hati. Menurut Sekda, keterbatasan kuota menjadi alasan utama tidak semua peserta dapat terpilih, bukan karena peserta lainnya tidak memiliki kemampuan.
“Tahun ini hanya dipilih 40 orang untuk Kota Sorong dan delapan orang untuk tingkat Provinsi Papua Barat Daya. Karena itu, yang belum terpilih jangan kehilangan semangat dan terus mempersiapkan diri untuk kesempatan berikutnya,” katanya.
Kepada peserta yang nantinya dinyatakan lolos, Sekda meminta agar mempersiapkan mental dan fisik dengan baik, serta mengikuti seluruh arahan pelatih dan instruktur selama masa latihan.
“Diharapkan, pelaksanaan pengibaran bendera tahun 2026 dapat berjalan sukses tanpa kesalahan, seperti pelaksanaan tahun sebelumnya,” tendas Sekda.
Panitia juga menetapkan komposisi keterwakilan peserta, yakni 80 persen Orang Asli Papua (OAP) dan 20 persen non OAP untuk tingkat provinsi, sedangkan untuk tingkat Kota Sorong terdiri dari 50 persen OAP dan 50 persen non OAP. Penentuan peserta dilakukan berdasarkan nilai tertinggi hasil seleksi untuk kategori OAP, non OAP, dan perwakilan sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....