Gubernur Elisa Kambu Soroti DAU Papua yang Terus Berkurang akibat Skema Otsus

  • 12 Mei 2026 09:50 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Mimika, Sorong - Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyoroti perubahan pola pendanaan di Tanah Papua yang dinilai semakin membebani pemerintah daerah. Dalam forum pembahasan kebijakan pemerintah pusat, Elisa mengatakan dalam tiga tahun terakhir Dana Alokasi Umum (DAU) terus mengalami penurunan seiring meningkatnya Dana Otonomi Khusus (Otsus)., Elisa menyampaikan pada kegiatan Forum Koordinasi Stategis Percepatan Pembangunan Papua Penguatan Implementasi Kebijakan Otsus Papua dalam rangka mewujudkan Papua yang lebih sejahtera, diselenggarakan di Hotel Horison Diana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Senin 11 hingga 12 Mei 2026, dengan menghadirkan kementerian dan lembaga, gubernur, DPRD, serta para pemangku kebijakan strategis untuk membahas arah pembangunan Papua ke depan.

Menurutnya, kondisi tersebut justru bertolak belakang dengan tujuan awal pemberian Otsus yang seharusnya menjadi tambahan dukungan untuk mempercepat pembangunan di Papua.

“Dulu pendanaan daerah lebih banyak ditopang DAU, sekarang bergeser ke Otsus. Tapi yang terjadi, ketika Otsus naik, DAU justru semakin berkurang,” kata Elisa.

Ia menilai pola tersebut membuat daerah kesulitan karena anggaran yang diterima tidak benar-benar bertambah, melainkan hanya berpindah skema.

“Padahal perlakuan Otsus ini harusnya berbeda, maksudnya menambah energi supaya percepatan pembangunan di Tanah Papua bisa dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, Elisa juga meminta pemerintah pusat membuka secara transparan dasar penghitungan dana Otsus Papua yang ditetapkan sebesar 2,25 persen dari penerimaan negara.

“Kami juga selama ini saling curiga saja. Penerimaan negara sebenarnya berapa sih, sehingga Papua mendapatkan 2,25 persen itu nilainya berapa?” katanya.

Menurut Elisa, keterbukaan data tersebut penting agar tidak terus menimbulkan polemik maupun perdebatan di ruang publik.

“Itu perlu dijelaskan supaya kita juga tidak datang ribut, berkelahi di media, dan lain sebagainya. Ini harus jelas,” ucapnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....