Pelatihan Anyaman Manik-Manik untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

  • 04 Mei 2026 09:35 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Tim Penggerak PKK Papua Barat Daya menggelar pelatihan anyaman manik-manik dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Gereja Baptis Anugerah Indonesia, Senin 4 Mei 2026.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua II TP PKK Papua Barat Daya, Quraisiah Rahaningmas, mewakili Ketua TP PKK Papua Barat Daya, Orpa Susana Kambu.

Dalam sambutannya, Quraisiah menegaskan bahwa pembangunan masyarakat Indonesia secara menyeluruh dapat terwujud apabila kesejahteraan keluarga dan masyarakat tercapai dengan baik.

Menurutnya, kondisi keluarga menjadi salah satu tolok ukur kesejahteraan masyarakat secara umum.

“Untuk membina dan mewujudkan kesejahteraan keluarga, dibentuklah gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga yang dikelola oleh Tim Penggerak PKK di setiap jenjang melalui pelaksanaan 10 program pokok PKK,” ujarnya.

Quraisiah menjelaskan, pelatihan anyaman manik-manik yang dilaksanakan mulai 4 Mei 2206 hingga 6 Mei 2026. merupakan bagian dari implementasi salah satu program PKK, yakni bidang pendidikan dan keterampilan sebagai upaya peningkatan ekonomi keluarga.

Quraisiah juga menyampaikan bahwa TP PKK sebagai mitra kerja pemerintah terus berupaya bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung program pembangunan daerah, sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

“PKK turut mewujudkan visi Papua Barat Daya yang maju, mandiri, dan sejahtera berbasis pertumbuhan ekonomi lokal sebagai upaya pembangunan yang berkesinambungan dan berkelanjutan,” katanya.

Pengalungan tanda peserta pelatihan

PKK Provinsi PBD berharap pelatihan tersebut dapat menjadi bekal keterampilan bagi para peserta, khususnya ibu-ibu dan remaja putri, untuk mengembangkan potensi diri menjadi sumber penghasilan nyata bagi keluarga.

“Keterampilan yang dipelajari merupakan instrumen penting untuk mengubah potensi diri menjadi penghasilan nyata. PKK hadir untuk mendukung para ibu dan remaja putri agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi dimulai dari lingkungan keluarga kecil,” ungkapnya.

Diharapkan seluruh peserta dapat memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan guna membantu meningkatkan pendapatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....