Siswa SD Negeri 21 Raja Sinurat Harumkan Sekolah lewat Juara Gasing Sekota Sorong
- 02 Mei 2026 16:23 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Siswa SD Negeri 21 Kota Sorong, Raja Charisson Sinurat berhasil meraih peringkat pertama pada kompetisi berhitung cepat metode Gasing jenjang Sekolah Dasar tingkat Kota Sorong tahun 2026.
Penyerahan piala dilakukan langsung oleh Wali Kota Sorong, Septinus Lobat usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu, 2 Mei 2026 di Lapangan Apel Kantor Wali Kota Sorong.
Kompetisi berhitung cepat metode Gasing tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Sorong dan diikuti 70 SD negeri maupun swasta se-Kota Sorong. Masing-masing sekolah mengirimkan tiga peserta sehingga jumlah peserta yang mengikuti lomba mencapai lebih dari 100 siswa.
Kepala SD Negeri 21 Sorong, Widodo mengatakan sekolahnya mengirim tiga peserta dalam lomba tersebut. Dari jumlah itu, dua siswa berhasil lolos hingga babak final.
“Tiga orang yang kami ikutkan dari lomba Gasing, satu gagal di babak penyisihan. Dua masuk semifinal dan final. Tetapi yang dapat juara hanya satu atas nama Raja Charisson Sinurat, itu juara satu,” ujar Widodo.
Ia menjelaskan pada babak final terdapat 10 peserta terbaik dari seluruh sekolah peserta. SD Negeri 21 berhasil meloloskan dua siswa ke babak final, namun hanya Raja Charisson Sinurat yang mampu menembus posisi enam besar hingga akhirnya meraih peringkat pertama.
Widodo menyebut metode Gasing merupakan metode berhitung cepat dalam pembelajaran matematika. Gasing sendiri merupakan singkatan dari “Gampang, Asik, dan Menyenangkan”.
“Anak-anak tanpa coret-coret yang terlalu panjang bisa langsung menjawab soal, baik perkalian, pembagian, pengurangan maupun penjumlahan. Jadi ini sebuah metode untuk mengerjakan soal matematika dengan cepat,” katanya.
Menurut Widodo, metode Gasing telah diterapkan di SD Negeri 21 Sorong sekitar empat tahun terakhir setelah para guru mendapat pelatihan dari tim fasilitator nasional. Saat ini sekolah memiliki tiga guru yang menguasai metode tersebut.
Dalam kompetisi tersebut, para siswa SD Negeri 21 Sorong didampingi pembina Gasing, Oktavia Lily Indriana yang merupakan instruktur Gasing tingkat nasional.
“Yang melatih murid itu guru-guru yang sudah ikut pelatihan. Jadi setiap sekolah punya fasilitator. Di sekolah kami ada tiga guru yang menguasai metode Gasing,” ujarnya.
Ia juga mengaku persiapan menghadapi lomba dilakukan cukup singkat, yakni sekitar satu minggu latihan intensif. Meski demikian, kemampuan siswa dalam memahami metode berhitung cepat menjadi kunci keberhasilan.
“Seminggu saja kemarin latihan intensif. Alhamdulillah anaknya memang cerdas, jadi cepat paham,” ucap Widodo.
Sementara itu, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sorong dalam membangun sektor pendidikan di Tanah Papua, meski di tengah kondisi efisiensi anggaran.
“Kita punya komitmen besar untuk membangun tanah Papua mulai dari pendidikan. Tidak ada bangsa yang maju kalau tidak memperbaiki pendidikannya,” kata Septinus Lobat.
Ia menilai pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter bangsa dan menciptakan sumber daya manusia Papua yang cerdas dan mampu bersaing.
“Kalau kita mau maju, kita harus bangun pendidikan. Tidak ada jalan lain. Jadi komitmen Pemerintah Kota Sorong terus membangun pendidikan untuk memajukan tanah Papua,” ujarnya.
Menurutnya, momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi refleksi untuk mengenang perjuangan para tokoh pendidikan sekaligus memperkuat komitmen membangun dunia pendidikan yang lebih baik di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....