Tanggapi Data Kemiskinan 17,95 Persen, Geburnur PBD Tekankan Kolaborasi

  • 27 Apr 2026 14:07 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Gubernur Elisa Kambu angkat bicara terkait rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat angka kemiskinan di Papua Barat Daya mencapai 17,95 persen. Menurut Elisa Kambu, angka tersebut merupakan realitas yang harus dihadapi bersama, sekaligus menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus bekerja keras menekan tingkat kemiskinan.

“Memang itu realita yang kita hadapi, tapi itu juga memacu kita untuk tetap berjuang,” ujarnya, Senin 27 April 2026. Ia menjelaskan bahwa kemiskinan tidak hanya terjadi di satu wilayah, melainkan tersebar di berbagai daerah. Namun secara jumlah, Kota Sorong menjadi penyumbang terbesar. Tingginya angka kemiskinan di Kota Sorong tidak terlepas dari faktor migrasi penduduk. Banyak masyarakat dari luar daerah datang dengan harapan mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik.

“Kota Sorong ini penyumbang terbesar, salah satunya karena migrasi. Orang datang karena dulu dengar ada lapangan kerja, peluang usaha. Tapi realita sekarang tidak seperti itu lagi,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa jumlah penduduk miskin di Papua Barat Daya mencapai 103.570 jiwa atau 17,95 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 8,25 persen.

Selain itu, BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya sebesar 4,03 persen, masih di bawah angka nasional 5,11 persen, serta inflasi yang relatif lebih tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Elisa Kambu menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak serta peningkatan investasi untuk membuka lapangan kerja baru.“Ini menjadi pergumulan kita bersama. Pemerintah akan terus berupaya menghadirkan solusi agar masyarakat bisa mendapatkan kesempatan ekonomi yang lebih baik,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....