5.219 Anak Telah Mendapat Imunisasi, Langkah Cepat Dinkes Tangani KLB Difteri
- 25 Apr 2026 07:38 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Pasca ditetapkannya status Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri oleh pemerintah Kota Sorong, setelah terkonfirmasi kasus positif. Dinkes Kota Sorong melakukan imunisasi massal yang menyasar 48.558 anak (usia 2 bulan-10 tahun untuk difteri, 9 bulan-5 tahun untuk campak) guna menanggulangi penyebaran penyakit menular ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong melalui Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Sorong Jeny Isir, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sementara melaksanakan tahapan imunisasi masal bagi bayi dan balita juga anak-anak di Kota Sorong, hal tersebut disampaikannya ketika hadir dalam program 'Sorong Bisa' di programa 1 RRI Sorong, Jumat 24 April 2026.
Kasus difteri ini ditemukan pertama kali diwilayah kerja Puskesmas Remu, setelah melewati berbagai rangkaian proses pemeriksaan pengambilan sampel dan uji laboratorium dengan hasil positif difteri sehingga memenuhi kriteria ditetapkan sebagai kejadian luar biasa.
"Pencegahannya hanya melalui imunisasi, tidak ada yang lain. Imunisasi yang kami lakukan menyasar anak usia 2 bulan hingga 10 tahun, lewat posyandu, TK, Paud, dan SD, untuk difteri sampai saat ini ada 5.219 anak yang sudah mendapatkan pelayanan imunisasi ini," jelas Jeny.
Pelaksanaan imunisasi masal ini dilaksanakan tiga tahap, tahap pertama dimulai sejak tanggal 7 April hingga 31 April, tahap kedua pada bulan Mei, dan tahap ketiga pada bulan Oktober. Ada interval waktu yang dibutuhkan dalam pemberian imunisasi ini, agar dosis yang diberikan dapat bekerja secara maksimal.
Mengenai ketersediaan logistik Jeny Isir menjelaskan bahwa imunisasi ini merupakan program nasional dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan, vaksin ini dari Kementerian Kesehatan dikirim melalui Dinas Kesehatan Provinsi kemudian di droping ke kabupaten/kota, dan puskesmas
"Mereka mengambilnya ke kami di Dinas Kesehatan sesuai dengan jumlah sasaran dari masing-masing wilayah kerja puskesmas, saat ini kami fokuskan pada anak usia 5 tahun dulu, setelah itu akan kami lanjutkan untuk anak diatas lima tahun," jelasnya.
Jeny juga mengingatkan kepada para orang tua agar selalu memperhatikan kesehatan dan kebersihan anak-anaknya, jika terdapat gejala yang timbul ditandai dengan adanya lapisan tipis berwarna abu-abu pada tenggorokan/amandel, sakit pada tenggorokan, leher bengkak, demam, suara serak, serta sesak napas, segera hubungi tenaga medis atau ke rumah sakit terdekat. Jika terlambat ditangani bisa berakibat fatal.
Penyakit ini sangat cepat menular sehingga biasakan mencuci tangan dan membersihkan tubuh sehabis bermain atau beraktifitas, menggunakan masker ketika batuk/bersin, hindari kontak langsung dengan penderita difteri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....