Jemima Elisabeth Lobat; Perempuan Penentu Keberhasilan Keluarga dan Pembangunan

  • 21 Apr 2026 16:15 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Semangat Raden Ajeng Kartini di era modern bukan lagi soal melawan keterbatasan akses pendidikan seperti zamannya, tapi bagaimana meneruskan nilai perjuangannya dalam konteks sekarang.

Kartini dulu memperjuangkan hak perempuan untuk belajar, berpikir bebas, dan menentukan jalan hidupnya sendiri. Di era modern, semangat itu bisa terlihat dalam banyak bentuk, seperti halnya perempuan yang berani bersuara, mengejar karier, membangun usaha, atau bahkan memilih jalan hidup yang berbeda dari ekspektasi sosial.

Kartini modern saat ini pada peringatan Hari Kartini ke 147 tahun, ada pada sosok Jemima Elisabeth Lobat selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sorong, yang juga sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong dan Ketua Dekranasda Kota Sorong yang dipercaya mengemban tugas dengan jabatan strategis lainnya.

Sebagai istri tercinta dari Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, ia berhasil membuktikan bahwa dibalik dukungan dan doa seorang istri turut membawa keberhasilan bagi suami. Hal tersebut disampaikannya ketika berbincang dengan RRI, pada hari Senin, 20 April 2026, terkait semangat Kartini dalam kehidupan, organisasi, dan pembangunan daerah.

Jemima menyampaikan berbagai peran strategis perempuan dalam kehidupan keluarga, karir, juga kontribusi yang diberikan bagi keberhasilan pembangunan suatu daerah. Ia melihat kearustamaan gender dipemerintahan Kota Sorong saat ini, dimana jumlah ASN dan pejabat eselon 2 didominasi oleh kaum perempuan.

"Saya melihat pada pemerintahan Bapak Wali Kota bersama Bapak Wakil Wali Kota Sorong banyak memberikan kepercayaan kepada kaum perempuan yang memiliki potensi serta kelebihan untuk menduduki posisi strategis dalam pemerintahan, dimana untuk pejabat eselon 2 setingkat pimpinan OPD, sebelas orang diantaranya adalah perempuan," ucap Jemima.

Sementara terkait peran PKK di tengah masyarakat Ia menjelaskan tentang tugas dan fungsi yang erat dengan tugas perempuan dalam keluarga, "Sebagai Istri, sebagai ibu dan juga wanita bekerja, perempuan memiliki tanggung jawab yang banyak dan cukup berat, di sinilah PKK hadir memberikan pelayanan, sosialisasi, kunjungan, dan motivasi agar kaum perempuan dapat terlibat dalam pembangunan, dan menjadi perempuan yang tangguh dan mandiri, sehingga kesehateraan keluarga dapat tercapai," jelasnya.

Ia juga berpesan kepada para perempuan muda harus memiliki pendidikan yang cukup agar dapat menjadi pemimpin dimasa datang, serta tidak mudah digoyahkan dengan berbagai hal negatif, percaya diri, terus belajar dan mengasah kemampuan sehingga memiliki kualitas diri yang baik di tengah tantangan yang ada, juga berbagai perkembangan teknologi saat ini. Jemima sangat yakin bahwa kaum perempuan dapat bergerak maju dan menjadi penentu keberhasilan pembangunan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....