Seminar 1000 Profesi Digelar di Sorong, Perkuat Peran Perempuan Papua Barat Daya

  • 20 Apr 2026 13:25 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Upaya mendorong pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta anak di Papua Barat Daya, diperkuat melalui Seminar “1000 Profesi Perempuan dalam Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak, serta Pemberdayaan di Bidang Ekonomi dan Politik”, bertempat di Aquarius Hotel, Kabupaten Sorong Papua Barat Daya,, Senin 20 April 2026.

Seminar ini dibuka oleh Ketua BKOW Papua Barat Daya, Ida Priyanti Nausrau, ditandai dengan penabuhan tifa sebagai simbol dimulainya kegiatan.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara TP PKK Provinsi Papua Barat Daya, BKOW Papua Barat Daya, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Papua Barat Daya, dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147.

Dalam sambutannya, Ketua BKOW Papua Barat Daya, Ida Priyanti Nausrau menyampaikan bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini masih sangat relevan dalam menjawab tantangan perempuan masa kini, khususnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan politik.

“Perempuan Papua Barat Daya memiliki potensi luar biasa di berbagai bidang, baik ekonomi, sosial, maupun politik. Namun, tantangan yang dihadapi masih cukup besar, terutama dalam pemberdayaan ekonomi, perlindungan perempuan dan anak, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Selvyana Sangkek yang membahas penguatan ekonomi perempuan melalui koperasi, UMKM, serta sektor industri dan perdagangan.

Selain itu, Anggota DPR Papua Barat Daya jalur Otonomi Khusus, Barnike Susana Kalami, memaparkan peran strategis perempuan dalam politik dan kebijakan publik.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Papua Barat Daya, Anace Nauw, menyampaikan materi terkait perlindungan perempuan dan anak, termasuk langkah konkret dalam menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan.

Ida Priyanti menegaskan, pemberdayaan perempuan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, organisasi perempuan, dan seluruh elemen masyarakat.

BKOW, lanjutnya, berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas perempuan melalui pelatihan, pendampingan, serta advokasi kebijakan.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan seminar ini sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, sekaligus memperluas jaringan.

Menurutnya, perempuan saat ini dituntut untuk adaptif dan inovatif, terutama dalam menghadapi peluang ekonomi digital dan keterlibatan di bidang politik yang semakin terbuka.

Namun demikian, upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak tetap menjadi perhatian utama, mengingat masih adanya kasus kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Semangat Kartini harus menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus bergerak maju, berdaya, mandiri, dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” imbuhnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....