Perjuangan Bayi 1 Bulan di Sorong: Terkendala Biaya Rujuk ke Makassar, Butuh Operasi

  • 16 Apr 2026 09:31 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, SORONG — Seorang bayi berusia 1 bulan 28 hari di Kota Sorong, Juan, harus menjalani operasi segera akibat penyakit serius yang dideritanya. Anak dari pasangan Ehu Dory dan Susana Imbiri ini didiagnosis mengalami sakit kuning disertai penyumbatan kantong empedu.

Ibu bayi, Susana Imbiri, menceritakan kondisi anaknya sudah terlihat sejak lahir. Saat itu, Juan mengalami pembesaran pada bagian perut dan harus menjalani perawatan intensif di inkubator selama tiga minggu.

“Waktu bayi lahir, perutnya besar, kemudian dia kuning dan tinggal di inkubator selama tiga minggu. Setelah keluar, kami dapat rujukan untuk USG, dan hasilnya ada penyumbatan kantong empedu,” ujar Susana.

Setelah hasil pemeriksaan keluar, dokter kemudian merujuk Juan untuk menjalani operasi di Rumah Sakit Wahidin. Operasi tersebut harus dilakukan sebelum usia bayi genap dua bulan.

“Dokter bilang harus operasi sebelum dua bulan. Anak saya lahir tanggal 18, berarti tanggal 18 ini sudah dua bulan. Kami harus kejar sebelum itu,” katanya.

Namun, keterbatasan ekonomi menjadi kendala utama bagi keluarga. Meski biaya operasi ditanggung BPJS, masih terdapat sejumlah biaya lain yang tidak tercover, terutama untuk akomodasi selama berada di Makassar.

“Kami sudah masukkan proposal bantuan ke pemerintah, termasuk ke Dinas Kesehatan Kota Sorong sejak bulan Maret, tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Untuk saat ini, bantuan hanya dari keluarga,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, jika operasi terlambat dilakukan, kondisi anaknya berpotensi memburuk hingga harus menjalani transplantasi hati, yang biayanya bisa mencapai ratusan juta rupiah dan tidak ditanggung BPJS.

“Kalau terlambat, bisa sampai ke hati dan harus transplantasi. Itu biayanya sangat besar, bisa ratusan juta. Makanya kami harus segera berangkat sebelum tanggal 18,” jelasnya.

Selain itu, Juan sebelumnya juga sempat dirawat di rumah sakit dan membutuhkan transfusi darah. Setelah keluar dari perawatan pada tanggal 11, dokter tidak memberikan rujukan balik, melainkan langsung menyarankan agar segera berangkat ke Makassar untuk operasi.

Di tengah kondisi tersebut, keluarga mengaku bersyukur atas bantuan yang mulai datang, meski masih terbatas. Susana menyampaikan terima kasih atas kepedulian pihak yang telah membantu meringankan beban mereka.

“Kami bersyukur ada yang datang membantu, sebab dapat meringankan beban keluarga, karena kondisi anak kami memang sangat mendesak,” ujarnya.

Saat ini, keluarga berharap adanya perhatian dan bantuan dari berbagai pihak agar Juan dapat segera menjalani operasi tepat waktu dan mendapatkan kesempatan untuk sembuh.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....