Dharma Santi Nyepi 2026 di Aimas Pererat Persaudaraan Umat Hindu Sorong Raya

  • 12 Apr 2026 21:13 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong — Umat Hindu di wilayah Kota dan Kabupaten Sorong menggelar Dharma Santi Bersama dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 Masehi, Minggu 12 April 2026, di Pesraman Pura Jagat Sari Aimas, Kabupaten Sorong. Kegiatan ini mengusung tema “Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga” dan dihadiri sekitar 250 umat Hindu.

Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat kerukunan umat Hindu di Papua Barat Daya, sekaligus mendorong kontribusi positif terhadap stabilitas sosial di daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PHDI Provinsi Papua Barat Daya Ketut Pande Suniarta, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Barat Daya I Wayan Kertanegara, Kasatgaswil PB Densus 88 Kombes Pol Gede Suardana, Dantim Satgas Bais Kapten Laut (P) Wayan Sinarbawa, Ketua Pembimas Hindu Kabupaten Sorong, Toto , serta para pemangku dan tokoh umat Hindu di Kota dan Kabupaten Sorong.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Papua Barat Daya, Pande Ketut Suniarta, dalam sambutannya menegaskan bahwa Dharma Santi merupakan implementasi nyata dari ajaran kasih dan keharmonisan dalam kehidupan.

“Makna Dharma Santi hari ini adalah penyucian diri dan hati. Sesuai tema Vasudaiva Kutumbakam, kita diingatkan bahwa kita semua bersaudara. Harmonisasi ini harus kita bawa ke dalam kehidupan bermasyarakat di Papua Barat Daya, di mana keberagaman adalah kekayaan yang harus kita jaga bersama,” ujar Pande Ketut Suniarta.

Ia menjelaskan, nilai yang terkandung dalam kegiatan ini sejalan dengan konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan.

Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Sorong, I Wayan Sarjana, selaku tuan rumah pelaksana, menyampaikan apresiasi atas kehadiran umat Hindu serta dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung. Dalam kesempatan ini, kami mengajak seluruh umat Hindu untuk menjadi pelopor dalam menjaga Kamtibmas. Mari kita bantu pemerintah dan aparat keamanan dengan menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan masing-masing,” tegas I Wayan Sarjana.

Ia juga menekankan pentingnya toleransi sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat di tanah Papua, melalui sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, serta membangun semangat gotong royong lintas suku dan agama.

“Silaturahmi hari ini adalah bukti bahwa dengan hati yang bersih, kita bisa merajut toleransi yang kuat. Terima kasih kepada pemerintah daerah dan saudara-saudara dari lintas agama yang terus mendukung keberadaan kami di sini,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan Dharma Santi turut dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni tari tradisional, seperti Tari Pendet, Tari Sekar Jagat, Tari Gandrung, hingga Tari Cendrawasih yang dibawakan oleh anak-anak pasraman dari Kota dan Kabupaten Sorong.

Kehadiran tokoh masyarakat lintas sektor dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa Dharma Santi tidak hanya menjadi milik umat Hindu, tetapi juga menjadi simbol keharmonisan sosial di Papua Barat Daya.

Acara kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah antar umat, yang semakin mempererat kebersamaan serta menegaskan komitmen untuk terus menjaga kehidupan yang damai dan harmonis di tanah Malamoi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....