Pelatihan 43 OAP di Sorong Resmi Ditutup, TP PKK PBD Dorong Kemandirian Ekonomi

  • 19 Mar 2026 13:22 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Kegiatan pelatihan keterampilan bagi 43 orang asli Papua (OAP) Kabupaten Sorong yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Sosial P3A bersama Tim Penggerak PKK Papua Barat Daya resmi ditutup, Kamis, 19 Maret 2026.

Penutupan kegiatan ditandai dengan sambutan Ketua TP PKK Papua Barat Daya, Orpa Susana Kambuaya Kambu, yang menekankan pentingnya pemanfaatan keterampilan sebagai modal kemandirian ekonomi keluarga.

Dalam sambutannya, istri Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu ini menyampaikan bahwa pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi Orang Asli Papua.

“Pelatihan yang telah dilaksanakan selama tiga hari ini merupakan wujud nyata dari implementasi program PKK, khususnya dalam meningkatkan keterampilan masyarakat di bidang tata boga, menjahit, dan otomotif,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pelatihan tersebut diikuti oleh 43 peserta yang terbagi dalam tiga bidang keterampilan, yakni 17 orang di bidang tata boga, 16 orang menjahit, dan 10 orang di bidang otomotif.

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh peserta merupakan modal penting untuk mengembangkan potensi diri menjadi sumber penghasilan yang nyata bagi keluarga. “Oleh karena itu, saya mengajak seluruh peserta untuk tidak berhenti sampai di sini, tetapi benar-benar memanfaatkan ilmu yang didapatkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga,” kata Orpa Susana.

Ia juga mendorong para peserta untuk mulai berusaha dari skala kecil, baik secara mandiri maupun berkelompok, sesuai keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan. “Jangan ragu untuk memulai. Kemandirian dimulai dari langkah kecil, baik melalui usaha kuliner, menjahit, maupun jasa otomotif,” ujarnya.

Selain itu, TP PKK Papua Barat Daya sebagai mitra pemerintah daerah akan terus berupaya mendorong sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan berbasis ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Orpa Susana turut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial P3A serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelatihan tersebut, termasuk para instruktur yang telah memberikan transfer ilmu kepada peserta.

Ia berharap ke depan akan ada pelatihan lanjutan guna meningkatkan kapasitas peserta, khususnya bagi bidang menjahit dan keterampilan lainnya yang memiliki potensi pengembangan usaha. “Kemandirian adalah kekuatan daerah. Jika setiap individu memiliki keterampilan, maka akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat secara keseluruhan,” ucapnya.

Pada akhir kegiatan, para peserta juga menerima sertifikat elektronik sebagai bukti telah mengikuti pelatihan. Selain itu, pemerintah turut memberikan bantuan peralatan pendukung sesuai bidang masing-masing, mulai dari peralatan otomotif, mesin jahit, hingga oven, guna mendorong peserta agar dapat langsung mengaplikasikan keterampilan yang telah diperoleh.

Program pelatihan ini merupakan bagian dari pemanfaatan dana Otonomi Khusus yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Papua Barat Daya. Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan taraf hidup keluarga.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....