Wakapolda PBD Tegaskan Tidak Ada Ruang bagi Pelaku Teror di Tambrauw

  • 19 Mar 2026 12:50 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Tambrauw – Polda Papua Barat Daya menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku teror menyusul meningkatnya eskalasi kekerasan yang menyasar warga sipil di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. Dalam beberapa pekan terakhir, rangkaian serangan dilaporkan telah menewaskan sedikitnya tiga orang.

Penegasan tersebut disampaikan Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa, saat melakukan kunjungan ke Distrik Bamusbama bersama Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Rabu 18 Maret 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas situasi keamanan yang memicu keresahan masyarakat. Kehadiran pimpinan daerah dan aparat keamanan juga menegaskan komitmen negara dalam menjamin keselamatan warga. “Tidak ada toleransi bagi para pelaku teror di wilayah Papua Barat Daya, khususnya di Kabupaten Tambrauw,” ujar Wakapolda.

Berdasarkan data aparat, salah satu korban adalah Abraham Franklin Delano Kambu (22), tenaga honorer Sekretariat Daerah Tambrauw yang ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang sejak 8 Maret 2026. Korban diduga menjadi sasaran serangan kelompok kriminal bersenjata saat melintas di Distrik Bamusbama sepulang dari Kota Sorong.

Peristiwa lain terjadi pada 16 Maret 2026, ketika empat warga sipil diserang dalam perjalanan menuju Sorong. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, yakni Yermia Lobo, tenaga kesehatan, dan Yohanes Edwintus Bido, pemuda asal Ende, Nusa Tenggara Timur. Sementara dua korban lainnya selamat dan masih menjalani perawatan medis.

Wakapolda menekankan, stabilitas keamanan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya aparat penegak hukum. “Peran tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat dalam deteksi dini dan pelaporan sangat dibutuhkan,” katanya.

Selain penegakan hukum, aparat juga mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap langkah operasi di lapangan. Pihaknya telah menginstruksikan Kapolres Tambrauw untuk meningkatkan patroli dan memperkuat sinergi dengan TNI dan pemerintah daerah.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil. “Keamanan dan keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Penyerangan terhadap warga sipil harus ditangani secara tegas, terukur, dan tetap menjunjung tinggi hukum serta HAM,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga telah mengambil langkah cepat, antara lain melakukan pendataan korban, menyediakan layanan medis dan psikologis, serta menyalurkan bantuan sosial. Pelayanan publik di wilayah tersebut dipastikan tetap berjalan guna menjaga stabilitas.

Kapolres Tambrauw, AKBP. Praja Gandha Wiratama, menyampaikan bahwa kondisi keamanan pascakejadian relatif terkendali, meskipun kewaspadaan tetap ditingkatkan. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan segera melaporkan jika menemukan hal mencurigakan,” katanya.

Saat ini, aparat gabungan masih melakukan penyelidikan serta pengejaran terhadap pelaku. Langkah tersebut dilakukan secara profesional dan terukur guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif.

Kunjungan langsung pimpinan daerah dan aparat keamanan ke Tambrauw diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat serta memperkuat kehadiran negara dalam merespons setiap ancaman keamanan di Papua Barat Daya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....