Makna Hari Raya Nyepi Bagi Umat Hindu di Kota Sorong

  • 19 Mar 2026 06:12 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, SORONG - Suasana hening tanpa kegiatan apapun menandai perayaan Hari Raya Nyepi 2026 bagi umat Hindu di Kota Sorong, sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Hyang Widhi atau Sang Pencipta.

Selama Nyepi, menjadi moment berharga dan waktu yang tepat untuk merefleksikan hidup yang telah dijalani, serta memperbarui tatanan kehidupan menjadi lebih baik di tahun baru, seperti disampaikan Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Sorong, I Gede Dharmaja Sedana pada Rabu, 18 Maret 2026.

I Gede Dharmaja Sedana mengatakan Hari Nyepi tahun ini bertepatan dengan bulan suci ramadan dan berdekatan dengan perayaan hari Idul Fitri umat Islam sehingga menghadirkan kesan toleransi antar umat beragama.

"Pada hari raya Nyepi, umat Hindu, akan menjalankan empat pantangan seperti menjalankan pantangan tidak menyalakan api atau cahaya berlebih atau Amati Geni, tidak bekerja atau beraktivitas fisik atau Amati Karya, kemudian tidak bepergian yakni Amati Lelungan, dan tidak menikmati hiburan atau kegiatan bersenang-senang atau Amati Lelanguan," ucapnya.

I Gede Dharmaja menambahkan bahwa sehari sebelum Nyepi, umat Hindu menjalani Tawur Agung Kesanga untuk mendoakan, memohon keselamatan jagat dunia beserta semua ciptaan-Nya, kemudian satu hari setelah Nyepi adalah hari Ngembak Geni, dimana umat Hindu saling bersalaman dan memaafkan, saling berkunjung dan mengucapkan rasa terimakasih menjaga persaudaraan.

Tema hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 (2026 M) adalah "Vasudhaiva Kutumbakam yang artinya Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju". Tema ini mengingatkan umat Hindu tentang persaudaraan yang universal, keharmonisan alam, refleksi diri, dan toleransi untuk memperkuat persatuan bangsa.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....